Arab Saudi Menekankan Perlunya Memulihkan Kondisi Yaman

Rachmat Fahzry, Okezone · Senin 27 April 2020 09:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 27 18 2205340 arab-saudi-menekankan-perlunya-memulihkan-kondisi-yaman-laulE4yGJB.jpg Yaman. (Foto/EPA)

RIYADH - Koalisi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menekankan perlunya memulihkan kondisi Yaman setelah pengumuman keadaan darurat oleh Dewan Transisi Selatan dan perkembangan konsekuensial urusan di ibukota sementara (Aden) dan beberapa gubernur Selatan di Republik Yaman.

Koalisi mendesak untuk segera mengakhiri langkah-langkah yang bertentangan dengan Perjanjian Riyadh, dan bekerja cepat melaksanakan implementasi, mengutip dukungan luas untuk perjanjian oleh masyarakat internasional dan PBB.

Koalisi telah dan akan terus melakukan langkah-langkah praktis dan sistematis untuk mengimplementasikan Perjanjian Riyadh antara para pihak untuk menyatukan jajaran Yaman, memulihkan institusi negara dan memerangi momok terorisme,” isi pernyataan koalisi Arab Saudi dan UEA, mengutip Saudi Press, Senin (27/4/2020).

“Tanggung jawab terletak pada para penandatangan Perjanjian untuk melakukan langkah-langkah nasional menuju implementasi ketentuannya, yang ditandatangani dan disepakati dengan matriks waktu untuk implementasi.”

Koalisi, lanjut pernyaaan itu, menuntut diakhirinya tindakan eskalasi dan seruan untuk kembali ke pPerjanjian oleh pihak-pihak yang berpartisipasi, menekankan kebutuhan mendesak untuk implementasi tanpa penundaan, dan kebutuhan untuk memprioritaskan kepentingan rakyat Yaman di atas segalanya.

Kemudian koalisi berupaya memulihkan negara Yaman, mengakhiri kudeta dan memerangi organisasi teroris.

“Koalisi menegaskan kembali dukungannya yang berkelanjutan kepada pemerintah Yaman yang sah, dan dukungannya untuk mengimplementasikan Perjanjian Riyadh, yang mencakup pembentukan pemerintah yang kompeten yang beroperasi dari ibukota sementara Aden untuk mengatasi tantangan ekonomi dan pembangunan, mengingat bencana alam seperti banjir, kekhawatiran wabah pandemi COVID-19, dan bekerja untuk memberikan layanan kepada saudara-saudara Yaman,” isi ternyataan tersebut.

Genjatan senjata

Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi pasukan Houthi di Yaman telah mengumumkan gencatan senjata, dalam upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lima tahun. Menurut seorang sumber yang dilansir BBC, gencatan senjata itu akan mulai berlaku pada Kamis,9 April.

Koalisi yang didukung oleh kekuatan militer Barat itu telah berperang melawan pasukan Houthi yang bersekutu dengan Iran sejak Maret 2015.

"Pada kesempatan mengadakan dan mensukseskan upaya utusan PBB untuk Yaman dan untuk meringankan penderitaan saudara-saudara Yaman dan bekerja untuk menghadapi pandemi korona dan mencegahnya menyebar, koalisi mengumumkan gencatan senjata yang komprehensif untuk periode dua minggu, dimulai pada hari Kamis," demikian pernyataan dari pihak koalisi.

Sejauh ini masih belum jelas apakah pasukan Houthi juga akan mematuhi gencatan senjata itu.

Bulan lalu Sekretaris Jenderal PBB António Guterres meminta pihak-pihak bertikai di Yaman untuk berhenti bertempur dan meningkatkan upaya untuk melawan kemungkinan mewabahnya virus corona (COVID-19) di negara penuh konflik itu.

Dia meminta pihak-pihak di negara itu untuk bekerja dengan Utusan Khusus PBB Martin Griffiths untuk mencapai de-eskalasi nasional.

"Semua pihak sekarang harus memanfaatkan kesempatan ini dan segera menghentikan semua permusuhan dengan sangat mendesak," kata Griffiths mengomentari gencatan senjata itu.

Kedua belah pihak diharapkan untuk mengambil bagian dalam konferensi video untuk membahas gencatan senjata, yang menyerukan penghentian semua permusuhan di udara, darat dan laut.

Konflik di Yaman telah membuat negara itu mengalami krisis kemanusiaan yang dinilai sebagai yang terburuk di dunia. Perang telah menelan banyak nyawa warga sipil dan meninggalkan negara itu di ambang kehancuran.

PBB telah menjadi perantara pembicaraan di masa lalu, tetapi ini akan menjadi yang pertama kali koalisi mengumumkan gencatan senjata di seluruh negeri.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini