Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Klaim Menangkan Pertempuran, Selandia Baru Longgarkan Aturan Lockdown

Agregasi VOA , Jurnalis-Senin, 27 April 2020 |23:53 WIB
Klaim Menangkan Pertempuran, Selandia Baru Longgarkan Aturan <i>Lockdown</i>
(Foto: AP)
A
A
A

SELANDIA Baru melangkah ke tahap baru dengan keluar dari aturan lockdown yang ketat pada hari Senin (27/4/2020), dengan dibukanya kembali sejumlah sekolah dan bisnis. 

Pemerintah melaporkan hanya lima kasus dan PM Jacinda Ardern mengatakan pihak berwenang akan terus menangani penularan baru. Selandia Baru mencatat 1.100 kasus terkonfirmasi dan 19 kematian akibat virus corona. 

“Tidak ada penularan di tengah masyarakat yang meluas dan tidak terdeteksi di Selandia Baru,” kata Ardern. “Kita telah memenangkan pertempuran itu.”

Pelonggaran restriksi ini akan memungkinkan sekitar 400 ribu orang kembali bekerja.

Telah satu bulan sejak Selandia Baru mendesak orang-orang untuk tinggal di rumah dan memerintahkan semua bisnis yang tidak esensial untuk ditutup. Ardern mengatakan terlalu dini untuk menyatakan kapan negaranya tidak mengalami kasus penularan COVID-19 lagi, suatu langkah yang diperlukan untuk memulai kembali aktivitas normal di negara itu. 

Sementara itu, negara tetangga Selandia Baru, Australia, mulai membuka aktivitas di sana dengan strategi antara lain menggunakan aplikasi ponsel pintar. Aplikasi ini dimaksudkan untuk membantu petugas layanan kesehatan dan pemerintah negara bagian melacak kontak dekat orang-orang yang tes virus coronanya positif.

Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

Pelacakan semacam itu membantu pihak berwenang mengetahui siapa yang harus melakukan isolasi mandiri dan siapa yang mungkin perlu dites untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Menteri Kesehatan Greg Hunt, Senin (27/4) menyatakan hampir 2 juta warga Australia telah mengunggah aplikasi tersebut.

Telah satu bulan sejak Selandia Baru mendesak orang-orang untuk tinggal di rumah dan memerintahkan semua bisnis yang tidak esensial untuk ditutup. Ardern mengatakan terlalu dini untuk menyatakan kapan negaranya tidak mengalami kasus penularan COVID-19 lagi, suatu langkah yang diperlukan untuk memulai kembali aktivitas normal di negara itu.

Sementara itu, negara tetangga Selandia Baru, Australia, mulai membuka aktivitas di sana dengan strategi antara lain menggunakan aplikasi ponsel pintar. Aplikasi ini dimaksudkan untuk membantu petugas layanan kesehatan dan pemerintah negara bagian melacak kontak dekat orang-orang yang tes virus coronanya positif.

Pelacakan semacam itu membantu pihak berwenang mengetahui siapa yang harus melakukan isolasi mandiri dan siapa yang mungkin perlu dites untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Menteri Kesehatan Greg Hunt, Senin (27/4) menyatakan hampir 2 juta warga Australia telah mengunggah aplikasi tersebut.

“Saya menolak menyingkirkan semua upaya dan pengorbanan rakyat Inggris dan mengambil risiko menghadapi wabah besar kedua, besarnya korban jiwa dan kewalahannya layanan kesehatan nasional,” ujarnya. “Saya meminta Anda untuk menanggulangi ketidaksabaran Anda, karena saya percaya kita sekarang memasuki akhir tahap pertama wabah ini. Dan terlepas dari semua penderitaan itu, kita hampir berhasil.”

Sementara itu Italia akan melonggarkan aturan lockdown yang ketat mulai pekan depan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement