Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerintah vs Dermawan Jalanan di Tengah Pandemi Covid-19

Khafid Mardiyansyah , Jurnalis-Selasa, 28 April 2020 |20:12 WIB
Pemerintah vs Dermawan Jalanan di Tengah Pandemi Covid-19
Bantuan Sosial dikeluarkan pemerintah melalui Kemensos (Foto: Biro Pers Setpres)
A
A
A

Melimpahnya gepeng tidak hanya ada di Malioboro, tetapi juga di titik lain seperti Jalan Jendral Sudirman dan sekitar Stadion Mandala Krida.

ilustrasi

Di tempat lain, Bupati Wonogiri Joko Sutopo melarang keras pihak ketiga atau kelompok masyarakat di daerah untuk menyerahkan bantuan kepada orang lain yang dikemas sebagai acara bakti sosial.

Menurut dia, yang dilarang bukan soal aksi baksos untuk antisipasi penyebaran virus Corona. “Tapi cara membagi-bagikan masker itu kami tidak setuju. Bisa jadi kerumunan massa itu justru akan memicu cepatnya penyebaran virus Covid 19,” ungkap Bupati.

Inventarisir Dermawan

Beberapa daerah sedianya sudah melihat banyaknya potensi masyarakat yang mampu untuk turut serta dalam penanganan Virus Corona. Salah satunya di Kota Depok, Jawa Barat.

Wali Kota Depok Mohamad Idris mengajak para dermawan yang berasal dari “Kota Belimbing” tersebut untuk ikut memberikan bantuan kepada warga terdampak virus corona (Covid-19). Ajakan itu tertuang dalam surat edaran nomor 460/193-Huk/GT.

Pemkot Depok sendiri mengalokasikan dana Rp7,5 miliar yang bersumber dari APBD 2020 untuk membantu 30 ribu kepala keluarga yang terdampak virus corona. Setiap KK menerima bantuan senilai Rp250 ribu.

Namun, bantuan tersebut dirasa masih kurang untuk kompensasi warga Depok yang mata pencahariannya terputus akibat adanya Virus Corona dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah itu.

ilustrasi

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement