Ngabuburit Sambil Ngetrek, 20 Pemuda Diamankan

Agregasi KR Jogja, · Selasa 28 April 2020 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 28 510 2206066 ngabuburit-sambil-ngetrek-20-pemuda-diamankan-yikILq0U8L.JPG Foto Ilustrasi Okezone

SLEMAN - Sebanyak 20 pemuda dibawa ke Mapolda DIY, lantaran menggelar balap liar sambil menunggu waktu berbuka di jalan Stadion Maguwoharjo – Tugu Elang, Senin 27 April 2020. Selain 20 pemuda, polisi menyita 16 unit sepeda motor yang akan digunakan untuk trek-trekan.

Operasi Cipta Kondisi dipimpin Iptu Teguh Dwi S SH SKep MM (Danki C) dan Ipda Nibras (Danton 3 B). Sebelumnya petugas menerima informasi dari masyarakat di sekitar Jalan Stadion Maguwoharjo hingga Tugu Elang terjadi kerumunan massa yang diperkirakan hendak melakukan balapan liar.

Informasi segera ditindaklanjuti petugas dengan mengerahkan 40 anggota Ditsamapta Polda DIY beserta kendaraan roda empat (truk). Setiba di TKP, petugas melihat belasan remaja ‘kocar-kacir’ berusaha melarikan diri. Namun demikian, petugas berhasil mengamankan 20 remaja beserta sepeda motor yang hendak digunakan untuk balapan liar.

 Balap liar

Direktur Samapta (Dirsamapta) Polda DIY, Kombes Faried Zulkarnain didampingi Iptu Teguh menjelaskan diamankannnya 20 remaja beserta sepeda motornya berkaitan dengan pelaksanaan Operasi Cipta Kondisi.

“Petugas membubarkan kerumunan massa terkait dengan pencegahan Covid-19 serta serta tindakan mereka berpotensi untuk mengganggu dan meresahkan masyarakat,” jelas Faried Zulkarnain kepada KRJOGJA.com, Selasa (28/4/2020).

Dari penuturan masyarakat sekitar para remaja tersebut selama ini sering melakukan aktivitas balap liar yang cukup meresahkan warga sekitar Stadion Maguwoharjo. Bahkan apa yang mereka lakukan acapkali nyaris menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

Meskipun sudah berkali-kali diperingatkan warga namun para pebalap amatir itu tetap saja mebandel, dam sama sekali tidak mengindahkan peringatan. Petugas juga mendapati sepeda motor yang sudah dimodifikasi sehingga penampilannnya tidak sesuai dengan spesifikasi aslinya.

“Berkoordinasi dengan Polsek Depok Timur dan Polsek Ngemplak, petugas memberikan sanksi surat bukti pelanggaran (tilang) karena tidak adanya Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan tidak ditaatinya perihal penggunaan helm,” pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini