SURABAYA – Sejumlah pedagang di Surabaya khawatir kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang diterapkan pemerintah guna mencegah penyebaran Covid-19 di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, membuat usahanya semakin berdampak.
Salah seorang pedagang buah di Pasar Pagesangan, Surabaya M. Subeki menyatakan tetap akan memilih berjualan di tengah pandemi corona yang mewabah.
“Ya mau enggak mau harus tetap buka jualan, kalau ditutup nanti saya sekeluarga mau makan apa penghasilannya dari sini (jualan buah),” ujar Subeki kepada Okezone, Selasa (28/4/2020).

Pria yang akrab disapa Beki ini mengaku sudah mendapat pemberitahuan dari pihak kelurahan setempat, dan Polsek Jambangan terkait pembatasan jam operasional.
“Kalau biasanya saya buka hampir 24 jam, tapi ini semenjak ada corona apalagi mulai hari ini PSBB di Surabaya dibatasi mulai jam 04.00 – 21.00 WIB,” terang pria kelahiran Bojonegoro ini.
Meski tetap buka, ia mengungkapkan bila omzet dagangannya turun cukup tajam semenjak adanya penyebaran corona yang berimbas pada pembatasan fisik dan pembatasan sosial yang diterapkan Pemkot Surabaya.
“Sejak ada corona ini penjualan turun tajam, ya sekitar 70 persen turunnya,” ucapnya.
Ia khawatir, kebijakan PSBB yang diterapkan pemerintah guna mencegah penyebaran corona, semakin membuat omzet dagangannya tambah merosot.
“Kemarin sebelum ada PSBB saja sudah turun hampir 70 persen lebih, apalagi ini ada PSBB bisa – bisa lebih parah lagi. Nggak tahu nanti rencananya enggak kulakan lagi, menghabiskan buah yang ada dulu. Biar gak tambah rugi,” tuturnya.