Dia menambahkan, identitas korban terungkap setelah pihak keluarga mengenali sejumlah ciri dari barang-barang yang dikumpulkan petugas di lokasi penemuan.
"Orangtua korban yang mengenalinya. Dia melihat dari properti yang kita kumpulkan dari TKP, yakni dari cincin dan sandal korban," ujarnya.

Meski tidak mudah, lanjut dia, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan meninggalnya korban yang diketahui masih berstatus siswa kelas IX di SMPN 1 Betara ini.
"Latar belakang korban memiliki kepribadian tertutup dan kurang bersosialisasi. Selain itu, korban mempunyai 15 saudara sehingga kurang mendapat pemantauan dari orangtuanya. Ini yang menyulitkan proses identifikasi," papar Guntur.