"Sampah makanan agak jarang. Kalau sampah daun-daun, malah lebih dahsyat. Kayaknya emang lagi musim rontok," ujarnya.

Ia mengaku hingga kini dari Dinas Lingkungan Hidup tak ada kebijakan pengurangan PPSU. Kemudian, pendapatan yang diterima per bulan pun tak dikurangi, meski kini krisis ekonomi melanda Jakarta akibat pandemi corona.
"Enggak, sama aja. Sehari 8 jam kerja. Tapi sekarang agak dikasih toleransi sedikit dari atasan karena ngejar busway," ujarnya.
Sementara itu, Rubiakto (48) menyatakan tetap bekerja sebagai PPSU karena kini tak ada lagi pekerjaan yang harus dilakukan oleh dirinya.