Share

Pulang ke Kulonprogo, Santri Ponpes Temboro Magetan Positif Covid-19

Kuntadi, Koran SI · Sabtu 02 Mei 2020 04:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 02 510 2207985 pulang-ke-kulonprogo-santri-ponpes-temboro-magetan-positif-covid-19-882SuarSlA.jpg Ponpes Al Fatah, Temboro, Magetan. (Ist)

KULONPROGO – Jumlah penderita Covid-19 di Kabupaten Kulonprogo bertambah satu orang menjadi 3 penderita. Dia merupakan santri yang baru saja pulang dari pondok pesantren yang ada di Temboro, Magetan, Jawa Timur, bersama dengan 10 santri lain.

“Pemudik dari Magetan ini ada 11. Ada satu hasil laboratoriumnya positif,” kata Juru Bicara Pemda Kulonprogo dalam penanganan Covid-19, Baning Rahayu Jati, Jumat (1/5/2020).

Seluruh santri dari Magetan ini sudah menjalani rapid test dengan hasil 2 reaktif. Salah satunya yang swabnya keluar sudah dirujuk dan menjalani isolasi di RSUD Wates sejak beberapa hari lalu. Sementara 1 lagi asal Sentolo masih berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) menunggu hasil swab.

“Yang 9 hasilnya nonreaktif, tetapi nanti diulang kedua selang 10 hari,” ujar Baning yang menjabat Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kulonprogo.

Para santri ini tersebar di Kapanewon Kalibawang, Temon, Pengasih, dan Galur masing-masing satu. Sedangkan dari Kapanewon Wates dan Temon ada 2.

Dinas juga tengah melakukan tracing kepada jamaah Itjima Gowa yang berasal dari Kulonprogo. Total ada 6 orang yang sudah menjalani rapid test dan hasilnya ada 3 yang reaktif. Ketiganya berasal dari Kalibawang, Sentolo, dan Kokap. Mereka sudah dirujuk dan menjalani isolasi di RSUD Wates dengan status PDP.

Penumpang dan petugas KRL jalani tes swab massal di Stasiun Bogor. (Ist)

“Mereka telah dilakukan tes swab dan masih menunggu hasil. Sedangkan yang non reaktif akan diulang lagi,” tuturnya.

Munculnya kasus baru ini telah ditindaklanjuti dengan pemantauan ketat terhadap pelaksanaan isolasi rumah, penyelidikan epidemiologi atau tracking terhadap kegiatan kasus dalam 14 hari terakhir. Mulai besok pagi akan dilakukan rapid test kepada yang melakukan kontak erat.

Baca Juga : Pemkot Kediri Berdayakan Tukang Becak Antarkan Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19

Dinas juga berharap masyarakat untuk melapor ke puskesmas yang merasa memiliki kontak erat dengan pasien positif. Nantinya akan dikaji apakah masuk kontak erat atau tidak. Sementara masyarakat agar tetap di rumah, hindari kerumunan, menjaga jarak dan mengenakan masker. Bila bertemu orang juga segera melakukan cuci tangan dengan sabun.

Baca Juga : Gubernur Jabar Ridwan Kamil : PSBB Skala Provinsi Disetujui Menkes

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini