Kementan Perpanjang Pemberkasan Calon Mahasiswa Baru Politeknik

Wilda Fajriah, Okezone · Minggu 03 Mei 2020 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 03 1 2208546 kementan-perpanjang-pemberkasan-calon-mahasiswa-baru-politeknik-bTJ4hkYdSv.jpg Foto: BPPSDM

JAKARTA - Kabar baik untuk seluruh generasi milenial yang ingin bergabung untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah vokasj dibawah Kementerian Pertanian (Kementan). Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memperpanjang batas waktu pemberkasan calon mahasiswa baru Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) tahun akademik 2020/2021 yang semula ditetapkan 1 Mei 2020 diperpanjang menjadi 14 Mei 2020.

Hal yang mendasari perpanjangan waktu ini dikarenakan pandemi COVID-19 yang berimbas pada seluruh sektor tak terkecuali aktivitas calon mahasiswa dalam melengkapi dokumen sebagai syarat pendaftaran mahasiswa baru.

Kepala Pusat Pendidikan, Idha Widi Arsanti selalu penanggung jawab penerimaan mahasiswa baru (PMB) mengharapkan dengan adanya kelonggaran dengan memperpanjang waktu pemberkasan dapat mempermudah calon mahasiswa baru dalam melengkapi berkas administrasinya.

"Calon mahasiswa dapat menggunakan surat keterangan lulus apabila ijazah belum dikeluarkan oleh sekolah asal," jelas Santi.

Perpanjangan waktu pemberkasan turut berimbas pada mundurnya pengumuman hasil seleksi administrasi jalur umum dan kerja sama. Dari semula yang ditetapkan 14 Mei 2020 diundur menjadi 28 Mei 2020. Hal ini berlaku untuk seluruh politeknik yang meliputi Polbangtan Medan, Polbangtan Bogor, Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Polbangtan Malang, Polbangtan, Gowa, Polbangtan Mnaokwari, dan PEPI di Serpong.

Kementan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh generasi milenial yang memenuhi kriteria untuk menempuh pendidikan vokasi dibidang pertanian.

Dalam menyelenggarakan pendidikan vokasi khususnya di lingkup Kementan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menekankan empat faktor penentu keberhasilan pendidikan vokasi, yakni karakter yang tangguh dan tidak mudah menyerah. Kedua, kompetensi lulusan yang mampu berkerja sama dengan orang lain dan memiliki sifat kritis, serta berfikir kreatif untuk berinovasi melalui dunia digital.

Senada dengan SYL, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa pendidikan vokasi yang dilakukan Kementan untuk menghasilkan sarjana terapan kualifikasi job seeker dan job creator.

"Pengakuan atas kompetensi petani milenial dan penumbuhan kemandirian pengusaha muda pertanian melalui inkubasi bisnis di Polbangtan sebagai pilot project dan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri atau DuDi," ujar Dedi. (cm)

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini