Puluhan Migran Afghanistan Disiksa dan Dilempar ke Sungai di Perbatasan Iran

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 04 Mei 2020 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 04 18 2208776 puluhan-migran-afghanistan-disiksa-dan-dilempar-ke-sungai-di-perbatasan-iran-cO0Az8NOfw.jpg ilustrasi. (Foto: Reuters)

KABUL - Afghanistan sedang menyelidiki laporan migran dari negaranya yang tenggelam setelah disiksa dan didorong ke sungai oleh penjaga perbatasan Iran.

Para migran kedapatan mencoba memasuki Iran secara ilegal dari Provinsi Herat barat pada Jumat (1/5/2020). Menurut laporan media setempat, mereka dipukuli dan dipaksa untuk melompat ke sungai oleh penjaga perbatasan Iran. Beberapa dari mereka dikatakan telah tewas.

Iran telah menolak tuduhan itu.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri Iran mengatakan insiden itu terjadi di wilayah Afghanistan, bukan Iran, dan penjaga keamanan membantah keterlibatan.

Jumlah yang terlibat dalam insiden itu belum dikonfirmasi tetapi para pejabat mengatakan puluhan migran melintasi perbatasan, dan sedikitnya tujuh orang tewas dengan lebih banyak lagi yang masih hilang.

Sebuah regu pencari telah dikirim untuk mengambil mayat migran dari sungai.

Komisi Hak Asasi Manusia Afghanistan (AHRC) mengatakan para pejabat setempat mengatakan, "Pasukan keamanan Iran menangkap sejumlah migran Afghanistan yang mencari pekerjaan yang ingin memasuki Iran".

"Mereka dipaksa menyeberangi sungai Harirud (di perbatasan Afghanistan-Iran), akibatnya sejumlah dari mereka tenggelam dan beberapa selamat," tambah komisi itu sebagaimana dilansir BBC, Senin (4/5/2020).

Shir Agha, seorang migran yang menyaksikan kejadian itu, mengatakan kepada Reuters bahwa penjaga Iran "memperingatkan kami bahwa jika kami tidak menjatuhkan diri ke dalam air, kami akan ditembak".

Migran Afghanistan lainnya, Shah Wali, menuduh bahwa penjaga Iran "memukuli kami, kemudian membuat kami melakukan kerja keras".

"Mereka kemudian membawa kami dengan minibus di dekat sungai, dan ketika kami sampai di sana, mereka melemparkan kami ke sungai," tambahnya.

Sekira tiga juta warga Afghanistan tinggal di Iran, termasuk para pengungsi dan pekerja upahan. Ratusan warga Afghanistan menyeberang ke Iran setiap hari untuk mencari pekerjaan.

Ada sejumlah besar migran yang kembali ke Afghanistan setelah wabah virus corona di Iran, yang telah mencatat hampir 100.000 kasus penyakit ini hingga saat ini. Banyak yang diduga membawa virus corona kembali melintasi perbatasan dengan mereka.

Tetapi ketika Iran berusaha untuk melonggarkan pembatasan, migran Afghanistan yang mencari pekerjaan sedang melintasi perbatasan negara dalam jumlah yang lebih besar lagi.

Para pejabat Afghanistan telah menyatakan keprihatinan atas insiden di Provinsi Herat, mempertaruhkan kemungkinan terjadinya pertikaian diplomatik pada saat hubungan yang sudah tegang karena pandemi virus corona.

Dalam sebuah tweet kepada para pejabat Iran, Gubernur Herat Sayed Wahid Qatali menulis: "Orang-orang kami bukan hanya beberapa nama yang Anda lemparkan ke sungai. Suatu hari kami akan membuat perhitungan."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini