Agri yang sudah 8 semester kuliah di jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mengatakan, selama pandemi Covid-19 kiriman uang dari orangtuanya di kampung terhambat.
“Ada puluhan mahasiswa asal Kalimantan di Toraja yang tinggal di kontrakan, sedang mahasiswi berada kost. Untuk makan dan minum, kiriman dari orangtua juga tidak selalu ada. Kadang dikirim kadang juga tidak. Apalagi dengan situasi saat ini justru menyulitkan orangtua melakukan transaksi pengiriman tidak selancar biasanya, bahkan orangtua kami ada yang sudah di PHK dan tidak bekerja,” tutur Agri.
Walau makan sudah susah, namun kewajiban mereka sebagai mahasiswa tetap dilakukan.
“Sejak wabah ini kami alami kelaparan, makan sudah susah dan ditambah lagi dengan kami harus melakukan aktivitas belajar dengan jarak jauh menggunakan internet, dan tidak semua mahasiswa punya handphone Android yang paten mereka gunakan,” jelas anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Toraja ini.
Belum Ada Bantuan
Agri berharap pemerintah memperhatikan nasib mereka. “Pemerintah Kabupaten Toraja Utara seakan tidak peduli pada kami mahasiswa dari luar Toraja. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Toraja Utara segera menyalurkan bantuan kepada kami sampai situasi membaik dan kembali normal,” katanya.