Bupati Malang Pilih Buat Rumah Sakit Darurat Corona daripada PSBB

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 07 Mei 2020 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 07 519 2210405 bupati-malang-pilih-buat-rumah-sakit-darurat-corona-daripada-psbb-erZlV2Tvlr.jpg Bupati Malang HM Sanusi. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

MALANG – Meski tidak jadi mengajukan draf pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Pemerintah Kabupaten Malang berencana membuat rumah sakit darurat khusus corona virus disease (covid-19).

Bupati Malang HM Sanusi mengatakan pihaknya lebih memilih merencanakan pembangunan rumah sakit darurat dibandingkan menerapkan PSBB di Kabupaten Malang.

Baca juga: Bupati Tak Jadi Mengajukan Draf, PSBB Malang Raya Terancam Batal 

"(Dibandingkan) PSBB untuk Malang, saya sekarang ini lebih membentuk rumah sakit darurat covid itu di rusunawa," ujar Sanusi kepada awak media, Kamis (7/5/2020).

Nantinya rumah sakit darurat diperuntukkan bagi setiap orang yang dinyatakan positif terjangkit virus corona berdasarkan hasil rapid test yang telah keluar.

"Saya bikin rumah sakit darurat covid sehingga orang yang sakit semua dirawat sampai sembuh baru dipulangkan," tuturnya.

Info grafis PSBB. (Foto: Okezone)

Menurut dia, peran safe house atau rumah karantina di masing-masing desa di Kabupaten Malang cukup berpengaruh. Dari petugas kesehatan di sanalah nantinya orang-orang yang dicurigai terpapar virus corona akan langsung dilakukan rapid test.

"Kita bagikan rapid test, sehingga ada petugas yang bisa rapid test kalau dicurigai ada masyakarat yang potensi positif di rapid test. Kalau positif langsung dibawa ke rusunawa (rumah sakit darurat). Kalau menolak, nanti dijemput oleh TNI-Polri untuk diselamatkan," terangnya.

Baca juga: Pemkab Malang Belum Kirim Draf Usulan PSBB Corona 

Ia mengatakan, selama ini kasus-kasus positif corona di Kabupaten Malang disebut sebagai kasus tertular dari luar daerah, sehingga rumah sakit darurat diharapkan mampu menjadikan pasien positif dirawat supaya cepat sehat.

"Menghindari impor (tertular corona dari luar Kabupaten Malang), yang terjadi kan dari luar," jelasnya.

Sekadar diketahui bahwa di Kabupaten Malang hingga Kamis pagi terdapat 41 orang positif corona, 12 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 8 meninggal dunia.

Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 207 orang dan 356 orang dalam pemantauan (ODP).

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini