Polresta Cirebon Ringkus Komplotan Pembobol Minimarket di Tengah Pandemi Corona

Fathnur Rohman, Okezone · Kamis 07 Mei 2020 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 07 525 2210505 polresta-cirebon-ringkus-komplotan-pembobol-minimarket-di-tengah-pandemi-corona-R0FeRh6l7v.jpg Polresta Cirebon menangkap komplotan pembobol minimarket di tengah pandemi virus corona. (Foto: Fathnur Rohman/Okezone)

CIREBON – Komplotan pelaku spesialis pembobol minimarket diringkus oleh anggota Polresta Cirebon. Mereka nekat melakukan aksi pencurian di sejumlah minimarket di tengah pandemi corona virus disease (covid-19).

Kapolresta Cirebon Kombes M Syahduddi mengatakan komplotan ini terdiri dari enam orang. Mereka melakukan aksinya dengan cara menghantam tembok minimarket sasarannya menggunakan sebuah palu pada malam hari.

Komplotan tersebut kemudian menggasak barang berupa rokok, susu, dan barang-barang kebutuhan di masa pandemi covid-19 seperti hand sanitizer dan masker.

Aksi pembobolan minimarket itu terbongkar setelah adanya laporan dari masyarakat pada 29 April. Usai melakukan olah TKP dan melakukan pengembangan, jajaran Polresta Cirebon berhasil mengamankan keenam pelaku.

"Mereka modusnya menggunakan alat ini, palu godam, dengan menghantamkan ke tembok, kemudian merusak gembok kunci, dan masuk ke minimarket dan merusak CCTV. Mereka mengambil rokok, susu. Mereka juga mengambil barang kebutuhan saat pandemi covid-19 seperti masker, hand sanitizer, dan lainnya," ujar Syahduddi kepada wartawan, Kamis (7/5/2020).

Penangkapan komplotan pembobol minimarket di Cirebon. (Foto: Fathnur Rohman/Okezone)

Ia menyebut komplotan ini sudah melakukan pencurian di 13 lokasi. Mereka juga diketahui pernah melakukan tindak kejahatan lainnya dengan total TKP mencapai 29.

Dari perbuatan tersebut, keenam pelaku bakal dijerat Pasal 363 dan 365 KUHPidana. Ancaman hukumannya maksimal sembilan tahun penjara.

Syahduddi menambahkan, keenam pelaku merupakan warga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Mereka adalah residivis dengan kasus yang sama. Namun, keenamnya bukan residivis yang dibebaskan berkat asimilasi covid-19.

"Dari laporan yang dihimpun selama Januari sampai saat ini, mereka sudah beraksi di 13 TKP di wilayah hukum Polresta Cirebon. Mereka juga melakukan tindak kejahatan lainnya di 29 TKP. Bila dihitung total mereka mendapat Rp400 juta," ungkapnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini