Penderita Gangguan Jiwa di Jabar Makin Banyak, Kena PHK Salah Satu Faktornya

CDB Yudistira, Okezone · Kamis 07 Mei 2020 21:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 07 525 2210719 penderita-gangguan-jiwa-di-jabar-makin-banyak-kena-phk-salah-satu-faktornya-3PrgbJxBcP.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

BANDUNG - Di tengah pandemi corona atau covid-19, terjadi peningkatan jumlah orang dalam gangguan kejiwaan (ODGJ). Hal itu terlihat dari meningkatnya, ODGJ yang dirawat di RSJ Cisarua milik Pemprov Jabar, dan salah satu faktornya adalah mereka yang terkena PHK dari perusahaannya.

"Tren peningkatannya sekitar 20 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jabar Berli Hamdani, saat dikonfirmasi via pesan singkat, Kamis (7/5/2020).

Dari angka 20 persen itu, 10 persennya lanjut Berli, memerlukan rawat inap di RSJ Cisarua sedangkan sisanya dirawat jalan. Pihaknya pun masih berkordinasi untuk penganan peningkatan angka ODGJ di Jabar.

Dari data yang ia miliki, peningkatan angka ODGJ biasanya berasal dari kota atau kabupaten di daerah industri. Salah faktornya PHK massal.

"Siapapun yang mengalami hal yang menyakitkan atau menyedihkan, pastinya akan menggunakan mekanisme mental untuk bisa melewatinya dengan selamat. Namun hal itu bergantung pada seberapa kuat mekanisme mental yang dimiliki, dan seberapa tepat pilihan yang diambil," kata dia.

Baca Juga : 50 Tunawisma di BekasiTerjaring Razia dan Dibawa ke Rumah Singgah

Berdasarkan data Disnaker Jabar, pada pertengahan April 2020 kemarin, dampak dari covid 19 ini, ada belasan ribu karyawan terpaksa di putus hubungan kerja oleh perusahaan.

Dengan rincian, ada 340 perusahaan yang melaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja kepada 11.260 pekerja.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini