Pandemi Rawan Gangguan Keamanan, Warga Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Taufik Budi, Okezone · Jum'at 08 Mei 2020 10:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 08 512 2210875 pandemi-rawan-gangguan-keamanan-warga-diimbau-tingkatkan-kewaspadaan-6Xjp0rvQi6.jpg Posko pemeriksaan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (Foto: Taufik Budi/Okezone)

BLORA – Polisi mengajak warga Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tetap waspada dan meningkatkan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pasalnya, pandemi corona virus disease (covid-19) berdampak melemahnya perekonomian yang berpotensi meningkatnya gangguan keamanan.

"Berdasarkan data terbaru yang terangkum per Kamis, pukul 11.49 WIB, ada penambahan kasus positif covid-19," kata Wakapolres Blora Kompol M Samdani, Kamis 7 Mei 2020.

Baca juga: Positif Corona, Tahanan Kejaksaan Ditolak di Lapas Tasikmalaya 

"Kemarin 4 kasus. Kini ada penambahan 2 kasus lagi, sehingga kasus terkonfirmasi positif covid-19 jumlahnya ada 6, yakni 2 meninggal dan 4 masih dirawat," paparnya.

Ia melanjutkan, sedangkan untuk positif rapid test hingga kini ada 23 orang yang diawasi. Kemudian PDP tercatat 12 orang, ODP 65 orang, dan OTG 147 orang.

Ilustrasi virus corona (Covid-19). (Foto: Okezone)

Adapun jumlah pemudik hingga Rabu 5 Mei pukul 21.00 WIB mencapai 29.801 jiwa. Informasi lengkap bisa dilihat di situs corona.blorakab.go.id.

"Atas data tersebut, kami ajak masyarakat Blora semuanya untuk bisa meningkatkan kedisiplinannya, patuh pada protokol kesehatan dan seluruh imbauan pemerintah agar persebaran covid-19 tidak semakin meluas," tegasnya.

Baca juga: Viral Video Oknum Kades Marah-Marah Menolak Dicek Suhu Tubuh 

Sementara Kepala Kesbangpol Blora Wahyu Jadmiko mengajak masyarakat terus waspada dan tetap tinggal di rumah. Jika tidak ada kepentingan mendesak, lebih baik tidak keluar rumah.

"Kemudian kepada masyarakat yang telanjur mudik, yang angkanya hampir 30.000 jiwa, kami minta wajib lapor ke desa, melakukan isolasi mandiri secara 14 hari. Jika selama 14 hari ada gejala batuk, demam, dan sesak napas, langsung menghubungi petugas kesehatan terdekat dan jujur menyampaikan riwayat perjalanannya," terang dia.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini