Menurut dia, saat ini mayoritas para PMI di Arab Saudi telah banyak mengeluh dan ingin segera dipulangkan ke Tanah Air. "Sekitar 75 persen PMI yang baru diberangkatkan juga tidak sesuai," katanya.

Ia pun melaporkan kepada Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, banyak PMI yang diberangkatkan ke Arab Saudi tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah.
Suaib menduga, para PMI tersebut berangkat ke Arab Saudi melalui para calo sehingga saat dipekerjakan, mereka tidak mempunyai keahlian dan tidak bisa berbahasa Arab.
"Ada lima orang. Dia Jedah 3 orang dan Riyadh 2 orang. Mereka tidak bisa ngomong Arab, umur muda dituakan, dan tidak biasa bekerja," kata Suaib.