Tidak Terapkan Physical Distancing, Pembagian Bansos Tunai Dibubarkan Wali Kota Lubuklinggau

Era Neizma Wedya, iNews · Sabtu 09 Mei 2020 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 09 610 2211399 tidak-terapkan-physical-distancing-pembagian-bansos-tunai-dibubarkan-wali-kota-lubuklinggau-Z995vMjocj.jpg Pembagian Bansos Tunai yang dibubarkan Wali Kota Lubuklinggau (foto: iNews/Era)

LUBUKLINGGAU - Pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Pemerintah Pusat yang pencairannya dimulai pada Jumat 8 Mei 2020, terpaksa dibubarkan. Hal tersebut dilakukan karena di lokasi terlalu banyak kerumuman masyarakat, sehingga diambil langkah tegas untuk dibubarkan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Masyarakat Kota Lubuklinggau memang sudah banyak yang mendatangi kantor Pos guna mempertanyakan BST, dengan membawa Kartu Keluarga (KK) dan KTP untuk mempertanyakan, apakah nama mereka masuk dalam daftar penerima BST atau tidak, sehingga warga berkumpul saling berdesak-desakan. Namun imbauan untuk menjaga jarak fisik (physical distancing) diabaikan warga, demi untuk mengecek nama mereka atau keluarga mereka.

Wali Kota Lubuk Linggau, SN Prana Putra Sohe mengatakan, seharusnya kerumunan itu tidak perlu terjadi di tengah pandemi Covid-19 yang semakin meluas di Kota Lubuklinggau. Sehingga ia pun sangat menyayangkan insiden tersebut.

“Awalnya kita mendapat laporan, oleh karena itu kita langsung datang dan ternyata benar, protokol medis juga tidak disiapkan secara benar,” kata Prana.

 Bansos

Apalagi kantor pos tersebut bersebelahan dengan dua klaster zone merah Covid-19, yakni Rumah Sakit dr Sobirin dan Rumah Sakit Ar Bunda.

“Yang ini masing-masing rumah sakit sudah 10 orang, bayangkan jika diantara orang ini sudah ada yang terpapar susah kita ngelacaknya," jelasnya.

Ditambahkan Prana, inti munculnya kerumunan ini karena program bantuan BTS ini mengundang kecemburuan, sebab warga miskin di Kota Lubuklinggau saat ini ada 68 ribu Kepala Keluarga (KK), sementara yang dapat hanya 1.600 KK.

"Jadi mau bagaimana kita di daerah ini bingung menahan-nahan masyarakat, tapi bukan Linggau saja yang menghadapi ini, saya yakin seluruh kepala daerah mendapatkan hal yang sama seperti ini,” ujarnya.

 Virus corona

Sementara itu, Kepala Kantor Pos Cabang Lubuklinggau, Ahmad Rosadi mengaku keramaian ini sebenarnya disebabkan banyaknya warga yang tidak dapat tapi datang hanya untuk menanyakan apakah mereka dapat BST.

Kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instasi terkait, dan untuk kursi memang sudah disiapkan dan untuk protokol kesehatan memang belum ada hanya pencuci tangan di depan, dan untuk jarak sudah diatur.

“Tadi yang datang tidak pakai masker kita tidak suruh masuk," kata Rosadi.

Pada tahap 1 ini, kata dia, ada 1.887 BST yang akan dibagikan. Bahkan pihaknya sudah bekerjasama dengan pihak kecamatan dan sudah ada yang dibagikan seperti di Jukung. Dan saat ini dibagikan 600 KK untuk wilayah Lubuklinggau Barat I dan II dengan sistimnya digilir.

“Yang jadi masalah itu ketika yang tidak dapat ramai datang untuk mengecek namanya saja, itu yang membuat penuh dan sudah sebagian kita usir,” jelasnya.

Kemudian untuk mengantisipasi ramainya kerumunan selanjutnya, pembagian akan dilaksanakan pada Senin 11 Mei 2010 dengan melibatkan RT dan lurah masing-masing.

"Sudah kita informasikan kepada warga, agar mengecek namanya di RT dan lurah masing-masing bagi yang ada namanya silahkan datang ke kantor Pos," katanya.

Sedangkan Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa mengatakan, berkaitan dengan pembagian BST di Kantor Pos ini memang akan diatur sesuai dengan physical distancing untuk dilaksanana, pengaturan jarak agar bisa diselesaikan.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini