Kronologi Penusukan Kapolsek dan Penyanderaan Polisi di Jambi

Azhari Sultan, Okezone · Senin 11 Mei 2020 15:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 11 340 2212397 kronologi-penusukan-kapolsek-dan-penyanderaan-polisi-di-jambi-UpRhLN6YBx.jpg Kerusuhan di Jambi berujung penusukan pada seorang kapolsek (Foto : Istimewa)

JAMBI - Kasus penegakan hukum pada penambangan emas tanpa izin atau PETI di Kabupaten Bungo, Jambi yang terjadi pada Minggu 10 Mei 2020, berbuntut aksi kekerasan dan penyanderaan terhadap anggota polisi yang melakukan penertiban.

Bahkan informasi yang didapat, Kapolsek Pelepat AKP Suhendri mengalami luka tusuk dibagian bokong. Semenatara tujuh orang dari personil gabungan Polsek dan Polres masih dalam penguasaan masyarakat Desa Belukar Panjang.

"Informasi yang didapat Kapolsek ada kena tusuk. Tapi saat ini suasana sudah kondusif dan Kapolsek lagi dalam perawatan tim medis," ujar Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi, Senin (11/5/2020).

Dari informasi yang dikumpulkan, kasus penegakan hukum tindak pidana minerba yang berujung penyanderaan personil kepolisian itu, berawal dari adanya tulisan masyarakat dalam status media sosial Facebook atas nama Abunyani Yani pada grup 'Bungo bebas bicara' yang diposting pada 7 Mei 2020 tentang adanya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Jambi, pada Jumat 8 Mei 2020.

Mendapatkan informasi tersebut, tim dari Unit Tipidter Polres Bungo lngsung melakukan penyelidikan bersama dengan personil Polsek Pelepat dengan jumlah personil 13 orang.

Selanjutnya, petugas langsung melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP) PETI di Desa Batu Kerbau.

Memasuki area pertambangan, petugas menemukan adanya alat berat yang digunakan oleh orang-orang yang melakukan pertambangan tanpa izin, namun sudah ditinggalkan oleh pekerjanya. "Saat itu, tim hanya berhasil melepaskan perangkat komputer dari alat berat tersebut," tuturnya.

Baca Juga : Layanan Penerbangan Dibuka Lagi, Bandara Sam Ratulangi Manado Masih Lengang

Kemudian, tim berangsur meninggalkan lokasi dan meninggalkan alat berat untuk keluar menuju arah Polsek Pelepat. Namun, saat melewati Desa Belukar Panjang, tim dihadang oleh masyarakat Desa Belukar Panjang yang lebih kurang berjumlah 600 orang.

Dalam situasi itu, terjadi keributan antara petugas dengan warga yang terdiri gabungan laki-laki dan perempuan. Akibatnya, kendaraan tim dari Polres dirusak oleh masyarakat melihat situasi mulai memanas, personil gabungan yang didalam lokasi berusaha mengamankan diri ke arah camp PT Prima Mas Lestari (PML).

Di saat yang bersamaan, Kapolsek Pelepat AKP Suhendri mengalami luka tusuk di bagian bokong. Beruntung, dia berhasil dilarikan oleh delapan personil untuk mengamankan diri di camp PT PML. Semenatara, tujuh orang dari personil gabungan Polsek dan Polres masih dalam penguasaan masyarakat Desa Belukar Panjang.

"Saat ini, tim gabungan dari Polres Bungo, dibantu Kodim Muara Bungo serta personil Ditreskrimsus Polda Jambi dan Brimob Den B Pamenang dipimpin oleh Kapolres Bungo beserta Dandim sudah berada Desa Belukar Panjang dalam membebaskan personil yang sempat disandera.

"Tim gabungan TNI-Polri berhasil membebaskan petugas tanpa ada perlawanan dan korban lainnya," tukas Tresnadi.

Dengan adanya kasus ini, pihak kepolisian bersama TNI akan tetap melakukan penyelidikan awal. "Kondisi situasi disana saat ini sudah aman dan terkendali dibawah penjagaan Kepolisian dan TNI agar situasi tetap kondusif," kata Tresnadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini