SURABAYA - Sejumlah pedagang kecil yang ada di Kota Surabaya, Jatim banyak mengeluh karena omzet penjualannya menurun drastis di saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, Gresik) diberlakukan.
Apalagi, saat ini Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperpanjang PSBB sampai 25 Mei 2020. Sehingga membuat rakyat kecil semakin menjerit dengan kondisi tersebut. Selain itu, bantuan yang dijanjikan pemerintah terhadap warga terdampak covid-19 tak kunjung sampai pada mereka.
Hal ini seperti yang dialami pengusaha air isi ulang di kawasan Lidah Wetan, Ade Irawan. Ade mengaku omsetnya menurun drastis. Sebelum PSBB, sehari ia bisa melayani isi ulang hingga 80 galon lebih. Namun, sejak PSBB diberlakukan tidak sampai 5 galon dalan sehari.
"Warung kopi kan tutup semua. Pelanggan saya rata-rata suka nongkrong di warkop. Sekarang enggak ada. PSBB 14 hari kalau dijamin berkurang enggak masalah, kalau perlu lockdown. Tapi ini kan tidak. Corona-nya enggak hilang, rezeki saya malahan yang hilang," ucap Ade, Senin (10/5/2020).
Jika PSBB ditambah 14 hari lagi, sambung Ade, ia tidak tau bagaimana lagi cara menghidupi keluarganya. Sebab, sampai hari ini ia tidak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah.