JAKARTA - DPRD DKI Jakarta mengimbau laba atau dividen dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di tahun 2020, direalokasi untuk penanganan pandemi corona atau Covid-19 di wilayah Ibu Kota. Hal itu mengingat masih defisitnya target pendapatan APBD DKI Jakarta tahun 2020 setelah hasil penyesuaian sebesar Rp2,9 triliun.
"Karena kita masih kekurangan anggaran Rp2,9 triliun, dan saat ini sedang dibahas juga oleh Pemprov DKI Jakarta," kata Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Rasyidi kepada wartawan, Selasa (12/5/2020).
Baca juga: Golkar Minta Anies Perjelas Aturan Larangan Orang Datang ke Jakarta
Ia menjelaskan, berdasarkan rapat kerja, ada sebanyak 19 BUMD yang berpotensi dapat merealokasi dividennya hingga mencapai Rp703,7 miliar, di antaranya PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sebesar Rp40,19 miliar, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya sebesar Rp40,09 miliar, Perumda Pembangunan Sarana Jaya sebesar Rp24,47 miliar, PD PAL Jaya sebesar Rp20,06 miliar, hingga PT Food Station Tjipinang Jaya sebesar Rp18,5 miliar.
Mengingat besaran itu masih jauh untuk menutupi defisit APBD, Komisi C DPRD DKI Jakarta juga mendorong agar BUMD di DKI Jakarta merasionalisasi penerimaan dana coorporate social responsibility (CSR).