Mulai 16 Mei, Warga Tak Pakai Masker di Banda Aceh Bakal Dicabut KTP

Windy Phagta, Okezone · Selasa 12 Mei 2020 06:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 12 340 2212620 mulai-16-mei-warga-tak-pakai-masker-di-banda-aceh-bakal-dicabut-ktp-x5JCLYaKvR.jpg Warga mengenakan masker untuk mencegah tertular Covid-19 (Okezone)

BANDA ACEH - Peraturan Wali Kota (Perwal) Banda Aceh Nomor 24 tentang Penggunaan Masker dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 akan berlaku efektif mulai Sabtu 16 Mei 2020 pukul 00.00 WIB. Peraturan itu mengatur sanksi salah satunya pencabutan KTP jika melanggar.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman usai memimpin rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banda Aceh di pendopo, Senin 11 Mei 2020.

Awalnya, Perwal wajib masker itu akan diterapkan sejak Jumat lalu namun urung akibat banjir. "Setelah menerima masukan dari Ketua DPRK, Kapolresta, Dandim, Kajari, dan unsur Forkopimda lainnya, maka kita putuskan efektif berlaku 16 Mei dini hari," kata Aminullah dalam keterangan, Selasa (12/5/2020).

Perwal yang memuat delapan pasal termasuk soal sanksi itu akan disosialisasikan secara masif kepada masyarakat. "Mulai dari baliho di pintu masuk hingga pusat kota, media sosial, maupun pengumuman ke gampong-gampong. Setelah itu baru kita intensifkan razia," katanya.

Adapun sanksi bagi yang melanggar tidak bersifat materil. "Sanksinya mulai dari peringatan tertulis yang disertai pencatatan identitas, tidak diberikan pelayanan pada fasilitas publik, hingga penarikan sementara identitas kependudukan bagi yang melakukan pelanggaran secara berulang."

 Virus corona

Perwal tersebut bukan hanya berlaku wagi warga kota tapi juga pendatang atau warga dari luar kota. "Untuk yang ber-KTP luar kota dan melakukan pelanggaran secara berulang, maka yang bersangkutan diharuskan keluar dari Kota Banda Aceh," katanya.

Adapun masker yang digunakan meliputi masker N95, masker biasa atau masker bedah, dan masker kain. "Selain kewajiban menggunakan masker, warga juga diminta menjaga jarak (physical distancing) minimal 1,5 meter dan menghindari kerumunan," katanya lagi.

Pemkot Banda Aceh mencatat hingga kemarin jumlah pasien positif corona di kota itu masih nihil. Orang dalam pemantauan (ODP) corona tersisa 23 jiwa lagi, karena 792 orang telah selesai dipantau.

Namun, Pemkot kini meningkatkan kewaspadaan karena ada pelonggaran moda transportasi terutama penerbangan yang mulai diaktifkan lagi, maka dikhawatirkan jumlah ODP bakal meningkat kembali.

"Kewaspadaan perlu ditingkatkan terhadap tamu dari luar daerah atau warga yang pulang kampung," ujar Aminullah.

(sal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini