Gajah Liar Ngamuk, Warga Musi Rawas Utara Tewas Terinjak

Era Neizma Wedya, iNews · Selasa 12 Mei 2020 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 12 610 2213053 gajah-liar-ngamuk-warga-musi-rawas-utara-tewas-terinjak-ozOMEYTdf0.jpg Ilustrasi

MURATARA - Seorang warga Desa Bumi Makmur Kecamatan Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan atau Sumsel, Din Pedas alias Din (50) tewas usai terinjak gajah liar yang mengamuk di area perkebunan milik warga, sekira pukul 11.00 WIB, Selasa (12/5/2020).

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Genman Hasibuan, membenarkan informasi tersebut, korban bersama warga lain mendatangi lahan kebun sawit plasma C2 di Desa Bumi Makmur, yang mana memang sejak pagi terdapat gajah liar ukuran tinggi 3 meter masuk keperkampungan dan lahan kebun warga.

Kebetulan, di area kejadian berada dalam kebun sawit bersemak sehingga korban hendak melihat lebih dekat, namun gajah tersebut kemungkinan terkejut karena ramai warga dari segala penjuru. Sehingga gajah itu berlari ke arah korban dan kemungkinan korban terjatuh dan gajah menginjak bagian kepala korban.

Ilustrasi

Melihat kejadian tersebut, kepala desa bersama warga langsung mengevakuasi korban, dan selanjutnya di bawa pulang ke rumah duka, sedangkan gajah hingga kini masih berada di area kebun warga.

Kepala Desa Bumi Makmur, Yatno mengatakan Gajah tersebut memang diketahui warga sudah dari pagi tadi, saat warga mau pergi ke kebun sekitar pukul 08.00 WIB. Hingga banyak warga yang berusaha untuk melihat gajah tersebut.

“Korban yang diinjak gajah sudah dibawa ke rumah duka, untuk dikebumikan,” ujarnya.

Dengan kejadian ini kades menghimbau kapada warga agar berhati-hati dan menjauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dan pihaknya sudah menghubungi Dinas BKSDA untuk penanggulangan permasalahan Gajah tersebut.

Baca Juga : 1.100 Perusahaan di Jakarta Langgar PSBB, 188 Disegel Sementara

Sementara itu, Kepala Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Lahat, Martialis Puspito, mengatakan gajah yang berada di Kecamatan Nibung itu kemungkinan berasal dari lanskap hutan harapan, Jambi.

Ditambahkan Tito, di lanskap tersebut memang terdapat kawanan gajah yang terdiri dari 6 gajah betina dan 2 gajah jantan. Nah, salah satu dari gajah jantan tersebut, yakni dinamai Lanang sebelumnya sempat terpantau berada di area Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Muratara.

"Sore tadi tim berangkat ke lokasi untuk memastikan gajah itu apakah Lanang atau bukan," katanya.

Matrialis bilang, jika berdasarkan laporan dari masyarakat terhadap ciri-ciri gajah yang menewaskan seorang petani di Kecamatan Nibung itu, maka hampir dipastikan memang itu merupakan Lanang. Selain itu, ciri lainnya yakni gading tunggal.

"Sebenanrnya gajah-gajah di hutan harapan Jambi itu selama ini selalu terpantau pergerakannya dengan alat GPS. Tapi sejak Januari 2020 lalu, tidak tahu mengapa alat-alat itu lepas, sehingga petugas hanya memantau melalui pergerakan jalur," katanya.

Selain itu, jarak lokasi kejadian dengan lanskap hutan harapan sekitar 8 kilometer jarak datar. Kemudian, lanskap wilayah itu pun bukan termasuk habitat gajah yang ada di Sumsel.

"Petugas akan melakukan penghalauan ke jalur jelajah gajah. Selain itu juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar mengenai pola hidup gajah, sehingga musibah ini tidak terulang kembali," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini