Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tenaga Medis Sudah 1,5 Bulan Tak Pulang, Wahai Masyarakat Tolong Jaga Kesehatan

Amir Sarifudin , Jurnalis-Rabu, 13 Mei 2020 |13:56 WIB
Tenaga Medis Sudah 1,5 Bulan Tak Pulang, Wahai Masyarakat Tolong Jaga Kesehatan
1.600 tenaga medis di Balikpapan sudah 1,5 bulan tidak pulang (Foto : Okezone.com/Amir)
A
A
A

BALIKPAPAN - Di Kota Balikpapan ada sekira 1.600 tenaga kesehatan yang tergabung dalam penanganan pasien covid-19 yang tersebar di 12 rumah sakit. Mereka rata-rata sudah hampir 1,5 bulan tidak pulang ke rumah bersama keluarga karena harus memberikan pelayanan perawatan kepada pasien covid.

Tugas ini menjadi lebih ringan jika masyarakat disiplin mengikuti anjuran pemerintah dengan tidak keluar ruma jika tidak penting sekali, mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, cuci tangan selalu.

(Baca Juga: 1.180 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Sembuh dan Diizinkan Pulang)

Dr Ma’ruf, salah satu dokter spesialis Paru di RS Kanujoso Djatiwibowo mengakui tidak mudah perjuangan bagi seorang pasien terkonfirmasi covid menjadi sembuh atau negatif dua kali.

“Di dalam itu (ruang isolasi) tidak enak. Itulah kita perlukan ke depanya kita sebagai pribadi harus menjaga kesehatan, mengikuti protokol –protokol kesehatan yang ada dengan jaga jarak, cuci tangan, mandi, masker,” tuturnya.

Dia juga meminta masyarakat tidak perlu takut lagi dengan pasien covid yang sudah dinyatakan sembuh atau duakali negative. Mereka ini butuh support dari lingkungan untuk mengembalikan kepercayaan diri.

“Saudara-saudara kita yang sudah dinyatkan sembuh, swabnya dinyatakan negative, sehingga penularan sudah tidak ada. Kecil sekali penularannya. Justru mereka support dari lingkungan untuk mengembalikan kepercayaan diri,” tandasnya belum lama.

Dokter lainya, drdr Morisco menyampaikan tim medis juga banyak yang khawatir bisa tertular karena disamping waktunya yang masih panjang. Di RSKD pasien yang dirawat pada umumnya membutuhkan waktu 36 hari.

“Ini adalah perang pandemic. Jadi ada yang positif positif lagi, ada negative eh positif lagi . yang diminta dua negative berturut-turut,” ujarnya.

Dia menyebut tim medis ini sebetulanya telah melanggar social distancing disaat orang semua menjauh tim medis justru mendekat karena kewajiban profesi.

Baca Juga : KPK Ingatkan 3 Pemda Hindari Data Ganda Penerima Bansos

Tim dokter dan medis bahkan sebut sudah seperti keluarga dari pasien yang karena covid ini, keluarga inti tidak bisa bisa memberikan perawatan di rumah sakit.

“Kami harus mendekat mereka merawat, mengobati. Tim perawat kami bahkan harus menyuapi makan pasien yang positif yang memang keluarganya tidak boleh masuk. Jadi kami jadi kelaurga mereka sampai mereka bisa sembuh dinyatakan keluar dari rumah sakit,” tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement