Hendrie pun bersyukur karena pemulihannya bahkan lebih cepat dibanding yang berusia muda. “Saya tidak tahu mengapa demikian, obat sama. Prinsip saya, bukan covid-19 yang mematikan saya, Tuhan yang memanggil,” ungkapnya.
Dia bercerita awal masuk rumah sakit justru sempat diagnosa oleh dokter mengidap TBC. Mekipun sudah ada hasil laboratorium negatif, namun tetap dibawa ke ruang isolasi khusus TBC. Hendri mengklaim sebagai pasien yang paling banyak berpidah-pindah tempat.
“Saya ngomong ke dokter, saya gak TBC saya baru periksa 3-4 bulan lalu 2 laboratorium negatif semua,” katanya.
Dia pun sempat dipindah ke beberapa ruang, sebelumnya akhirnya ditempatkan ke ruang Soka setelah diketahui positif covid-19. “Jadi dari antara pasien yang punya pengalaman keliling tempat isolasi ya saya, ” ujarnya
Warga keturunan ini pun berpesan kepada semua pasien bahwa untuk sembuh juga harus disiplin dan mengikuti semua aturan rumah sakit. Termasuk anjuran Pemerintah agar ditaati, sehingga tidak terus bertambah kasus-kasus baru covid-19.
“Mungkin itu pesan saya supaya jangan bertambah lagi yang masuk ke rumah sakit. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah membiayai kami, demikian juga rumah sakit yang sudah merawat kami,”tutupnya.
Di Balikpapan hingga Selasa (12/5) jumlah pasien positif 43 orang, sembuh 19 orang, meninggal positif dua orang. Sedangkan PDP berjumlah 128 orang 99 diantaranya sembuh/negative, 23 orang masih menjalani perawatan dan 6 orang meninggal. (aky)
(Amril Amarullah (Okezone))