Penembakan Pria Kashmir Picu Demo Anti-India

Agregasi VOA, · Kamis 14 Mei 2020 08:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 14 18 2213805 penembakan-pria-kashmir-picu-demo-anti-india-OsyNvxuGxl.jpg Militer India bentrok dengan warga Kashmir. (Foto/India TV)

KASHMIR - Sejumlah tentara India menembak mati seorang pria muda di sebuah pos pemeriksaan di Kashmir, Rabu (13/5), sehingga memicu protes dan bentrokan anti-India di kawasan yang disengketakan di wilayah Himalaya itu.

Pihak kepolisian India di Kashmir mengatakan, pria tersebut mengabaikan sinyal tanda berhenti di dua pos pemeriksaan di kawasan pinggiran Srinagar. Karena khawatir terjadi sabotase, mengingat sebuah konvoi militer India sedang melintas, sejumlah tentara melepaskan tembakan ke arah mobil itu.

Ayah korban, Ghulam Nabi Shah, membantah keterangan polisi tersebut. Ia mengatakan, putranya tidak melintasi pos pemeriksaan manapun. Menurutnya, polisi menghentikan kendaraan putranya dan kemudian menembaknya.

Baca juga: Sekelompok Dokter Disandera Saat Berusaha Uji COVID-19 di Kashmir

Baca juga: India Tangkap 2 Pejabat Tinggi Kashmir

Seorang saksi mata bernama Firdousa mengatakan, korban menghentikan mobilnya ketika diberi isyarat untuk berhenti. “Seorang petugas keamanan mengatakan sesuatu kepadanya dan korban menanggapinya dengan mengatakan, ia harus bergegas karena keadaan darurat. Mereka mengizinkannya pergi namun ketika sedang memasuki kendaraan, mereka menembaknya dari belakang,” katanya. “Ia dengan sengaja dibunuh. Ia tidak melakukan kesalahan apapun.”

Setelah kabar tewasnya pria itu menyebar di desa tempat tinggalnya, ratusan pria dan perempuan melangsungkan aksi protes. Mereka meneriakkan kata-kata seperti “India pulangah kau” dan “Kami ingin kebebasan.” Mereka juga menuntut agar jenazah korban dikembalikan ke keluarganya untuk dimakamkan.

Sewaktu pasukan pemerintah bergerak untuk menghentikan aksi protes, para demonstran melemparkan batu ke arah mereka. Pasukan pemerintah menanggapinya dengan menembakkan peluru karet dan gas air mata. Belum ada laporan apakah ada korban tewas dalam bentrokan tersebut.

Pihak berwenang segera menghentikan layanan internet ponsel di kawasan itu, taktik yang biasa digunakan India ketika menghadapi aksi-aksi protes seperti itu.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini