BERLIN - Kanselir Jerman Angela Merkel mengakui bahwa ia menjadi target para peretas dari intelijen militer Rusia (GRU).
"Itu menyakitkan bagiku," katanya, menyebut peretasan itu "keterlaluan".
Tetapi kanselir Jerman menambahkan bahwa dia akan terus berusaha untuk berhubungan baik dengan Rusia.
Peretasan tahun 2015 yang dilaporkan oleh majalah Spiegel melibatkan pencurian data dari komputer di parlemen Jerman.
Pada 2018, jaringan TI pemerintah juga diserang oleh peretas Rusia.