Kanselir Jerman Angela Merkel Jadi Target Peretasan Rusia

Rachmat Fahzry, Okezone · Kamis 14 Mei 2020 18:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 14 18 2214051 kanselir-jerman-angela-merkel-jadi-target-peretasan-rusia-x7rh6przkT.jpg Kanselir Jerman Angela Markel. (Foto/Kantor Kanselir Jerman)

BERLIN - Kanselir Jerman Angela Merkel mengakui bahwa ia menjadi target para peretas dari intelijen militer Rusia (GRU).

"Itu menyakitkan bagiku," katanya, menyebut peretasan itu "keterlaluan".

Tetapi kanselir Jerman menambahkan bahwa dia akan terus berusaha untuk berhubungan baik dengan Rusia.

Peretasan tahun 2015 yang dilaporkan oleh majalah Spiegel melibatkan pencurian data dari komputer di parlemen Jerman.

Pada 2018, jaringan TI pemerintah juga diserang oleh peretas Rusia.

Pemerintah Rusia telah membantah meretas data parlemen Jerman.

Apa yang diduga diperoleh GRU?

Menurut Spiegel, yang tidak mengutip sumbernya, para ahli Jerman berhasil merekonstruksi sebagian serangan peretasan dan menemukan bahwa dua kotak masuk email dari kantor Kanselir Merkel telah dilanggar. Kotak masuk yang diretas dilaporkan berisi email dari 2012 hingga 2015.

Pada 2016, badan intelijen domestik Jerman menuduh kelompok peretas yang diduga bekerja untuk negara Rusia berada di belakang serangan siber.

Kelompok itu, yang dikenal sebagai Fancy Bear atau APT28. Kelompok ini juga di balik serangan dunia maya pada pemilihan umum AS 2016.

"Setiap hari saya mencoba membangun hubungan yang lebih baik dengan Rusia dan di sisi lain ada bukti kuat bahwa pasukan Rusia melakukan ini," kata Merkel seperti dikutip AFP, Kamis (14/5/2020).

"Kesimpulan yang saya raih bukan hal baru," katanya, seraya menambahkan bahwa "disorientasi dunia maya, distorsi fakta" semua adalah bagian dari "strategi Rusia".

Dua tahun lalu, juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova membantah bahwa Rusia telah meretas parlemen Jerman (Bundestag) dengan lelucon, "Kami masuk ke Bundestag hanya sekali, pada 1945, ketika membebaskan Berlin dari momok Nazi. Pada saat itu, Rusia disebut Reichstag."

Badan intelijen domestik Jerman percaya bahwa serangan Rusia terhadap organisasi dan institusi negara Jerman dilakukan untuk mengumpulkan data intelijen.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini