Bupati Bolaang Mongondow Dukung Program Kostratani Tangani Dampak Pasca Covid-19

Wilda Fajriah, Okezone · Sabtu 16 Mei 2020 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 16 1 2215027 bupati-bolaang-mongondow-dukung-program-kostratani-tangani-dampak-pasca-covid-19-WAIo2mDkkN.jpg Foto: BPPSDM

SULAWESI UTARA - Bupati Bolaang Mongondow, Yasti Soepredjo Mokoagow mendukung sepenuhnya program Komando Strategis Pembangunan Pertanian tingkat Kecamatan (Kostratani) dengan menyerahkan bantuan benih jagung, padi, ikan dan pupuk gratis melalui Kostratani.

Dukungan tersebut diserahkan untuk meningkatkan produktivitas yang hasil akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani di wilayahnya terutama menghadapi pasca pandemi Covid-19 nanti.

“Saya berharap dengan bantuan paket bibit jagung, padi dan ikan yang diberikan ini dapat membantu masyarakat tani. Hasilnya nanti dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sehingga dampak krisis akibat Covid-19 di Kabupaten Bolaang Mongondow ini dapat diminimalisir,” ujar Yasti Soeprejo.

Bantuan berupa paket benih jagung hibrida bisi-18 dan jagung manis disiapkan untuk 10.000 ha lahan dan akan disebar ke seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow. “Setiap Kecamatan akan ada 2 kelompok tani yang mendapatkan paket benih jagung tersebut. Paket jagung untuk tahap awal ada 300 sachet (15 kg/sachet) benih jagung, pupuk cair ZPT 24.000 liter dan pupuk kompos," ujarnya.

Sedangkan paket bantuan benih padi akan diberikan langsung kepada petani berprestasi. Paket ini berupa benih padi sejumlah 211.850 kg, pupuk organic cair (POC) sejumlah 22.208 liter, urea 700 ton dan NPK 525 ton.

Untuk paket bantuan benih ikan nila sejumlah 200.000 ekor beserta pakan ikan 4 ton akan diberikan kepada 8 kelompok dengan sasaran petani budidaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bolaang Mongondow, Raymon Ratu mengatakan benih jagung yang diberikan kepada BPP diharapkan dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Dari 15 BPP yang ada, diharapkan dapat membantu kebutuhan pangan masyarakat sekitar. Masing-masing BPP diharapkan mengatur waktu dan pola tanam dari paket bibit jagung yang diberikan, sehingga panen tidak berhenti.

“Kepada Kepala BPP dan jajaranya saya harapkan paket bibit ini diatur waktu tanamnya, misal dengan selang waktu 10 hari per BPP. Waktu dan pola tanam yang tepat diharapkan setiap minggu kita ada panen di BPP mulai dari 2 bulan kedepan. Hasil panen nantinya kita akan sumbangkan kepada masyarakat terdampak Covid-19. Saya harap semua jajaran di BPP medukung penuh program ini,” tandas Kadis Pertanian Kabupaten Bolaang.

Bentuk dukungan ini yang diharapkan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagai upaya bahwa Pertanian tidak boleh bersoal. Baik sebelum masa pandemi, saat pandemi dan terlebih pasca pandemi Covid-19.

“Pertanian tidak boleh berhenti, saya berharap agar insan pertanian untuk terus aktif bergerak, demi menjaga ketersediaan stok pangan dan olahannya,” tegas SYL disetiap kesempatan.

Secara terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi juga menegaskan masalah pangan adalah masalah yang sangat utama yang menentukan hidup matinya suatu bangsa, dimana petani diharapkan tetap semangat tanam, semangat panen dan semangat olah.

“Ini membuktikan pertanian tidak pernah berhenti ditengah wabah Covid-19 dan meminta kepada para Penyuluh Pertanian melalui program Kostratani untuk tetap bekerja mendampingi para petani,” pungkas Dedi. (cm)

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini