Ada Transmisi Lokal Penularan Corona, Puskesmas di Tasikmalaya Ditutup

Asep Juhariyono, iNews · Senin 18 Mei 2020 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 18 525 2216112 ada-transmisi-lokal-penularan-corona-puskesmas-di-tasikmalaya-ditutup-mmWKCE5wpc.jpg Puskesmas di Tasikmalaya ditutup (Foto: Asep/iNews)

TASIKMALAYA - Menjelang berakhirnya masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jawa Barat di Kota Tasikmalaya, terdapat penambahan kasus reaktif hasil rapid tes corona sebanyak 4 pegawai Puskesmas Tamansari, Kota Tasikmalaya.

Puskesmas itu sendiri terpaksa ditutup selama 14 hari ke depan untuk mencegah adanya penyebaran kepada warga di sekitarnya.

Sesuai rilis gugus tugas percepatan penanganan covid-19 daerah setempat sampai Minggu 17 Mei, tercatat total kasus positif hasil swab sebanyak 23 orang dan 14 reaktif melalui hasil swab di Tasikmalaya.

Dari jumlah tersebut 11 diantaranya telah dinyatakan sembuh, 23 orang masih dalam perawatan dan 3 orang lainnya meninggal dunia.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan mengatakan, empat kasus reaktif baru itu merupakan pengembangan penyebaran kasus covi-19 di salah satu puskesmas Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.

"Empat orang itu di antaranya adalah perawat dan beberapa karyawan Puskesmas. Kita belum tahu apa dari sana ada yang ke masyarakat, tapi akan kita tracing," jelas Ivan, sekaligus juru bicara gugus tugas Kota Tasikmalaya, Senin (18/5/2020).

Ivan menambahkan, hasil sementara tracing kasus reaktif tersebut diduga akibat transmisi lokal. Soalnya, selama diterapkan PSBB di seluruh daerah Jawa Barat kecil kemungkinan adanya orang masuk dari kawasan zona merah.

Ivan mengklaim semasa pemberlakuan PSBB tersebut nyaris mampu menahan para pendatang yang hendak masuk ke wilayah Kota Tasikmalaya.

"Hasil sementara tracing diduga karena orang positif corona yang sudah ada di Tasikmalaya menularkan ke yang lain," ujar Ivan.

Dengan temuan kasus dugaan transmisi lokal tersebut, Ivan meminta kepada masyarakat untuk lebih waspada terutama menghindari kerumunan pusat keramaian.

Apalagi, sepekan lagi akan merayakan Hari Lebaran dengan berakhirnya bulan Ramadhan yang biasanya warga menyerbu pasar-pasar atau pusat perbelanjaan di wilayah Kota Tasikmalaya.

"Masyarakat diminta tak terlena dengan suasana Ramadhan dan menjelang Lebaran untuk menjadi alasan keluar rumah serta lupa akan anjuran pemerintah," tambah Ivan.

Masyarakat pun diminta tetap melaksanakan anjuran pemerintah yakni hidup bersih, rajin cuci tangan, hindari kerumunan dan physical distancing meski masa PSBB akan berakhir pada Selasa 19 Mei besok.

Soalnya, warga Kota Tasikmalaya saat ini mulai dihantui oleh adanya temuan kasus baru reaktif corona diduga akibat transmisi lokal.

"Kami minta selalu menggunakan masker. Sekarang harus semakin waspada karena sudah kecenderungan terjadi transmisi lokal," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini