nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuasa Hukum Sebut Penangkapan Habib Bahar Bermuatan Politik

CDB Yudistira, Okezone · Selasa 19 Mei 2020 07:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 19 525 2216249 kuasa-hukum-sebut-penangkapan-habib-bahar-bermuatan-politik-bcumZyLN0i.jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim kuasa hukum menyebut penahanan kembali Habib Bahar bin Smith tidak normal. Mereka mencurigai, jika penangkapan terhadap Habib Bahar, lebih karena kepentingan politik.

"Ini hanya diduga ada kepentingan politik, di mana kekuasaan sekarang sudah banyak sorotan karna berbagai macam krisis multidimensi," kata salah satu pengacara Habib Bahar bin Smith, Habib Novel Bamukmin kepada Okezone, Selasa (19/5/2020).

Seperti diketahui, Bahar bin Smith yang lebih dikenal Habib Bahar, kembali harus mendekam di jeruji besi, karena melanggar ketentuan asimilasi.

Baca juga: Habib Bahar Kembali Ditangkap, Kuasa Hukum: Saya Masih Menuju Lapas 

"Saya melihat ini tidak mendasar karena apa yang beliau langgar," tegas Novel.

Bahar pun diketahui, diamankan di pondok pesantrennya di wilayah Bogor, dini hari tadi, Selasa 19 Mei 2020.

"Ya yang bersangkutan dikembalikan ke lapas Gunung Sindur. Saat diamankan, dia di jemput petugas bapas dan kalapas didampingi petugas kepolisian Bogor," kata Kadiv Pas Kemenkumham Jabar, Abdul Haris, saat dikonfirmasi via pesan singkat.

Aris mengatakan, Bahar diamankan kembali kembali karena melanggar ketentuan asimilasi. Sayangnya dia Aris tidak menjelaskan mendetail tentang hal tersebut.

"Program asimilasinya dicabut karena melanggar ketentuan asimilasi," jelas Aris.

Dengan demikian, Bahar akan kembali menjalani masa tahanannya. Padahal sebelumnya, Bahar bin Smith baru bebas dari Lapas Pondok Rajeg, setelah majelis hakim sendiri memvonis Bahar hukuman 3 tahun penjara atas perbuatannya menganiaya dua remaja Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki.

Baca juga: Habib Bahar Kembali Ditangkap? 


Bahar mendapatkan program asimilasi dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM). Bahar bebas dari Pondok Rajeg, pada Sabtu (16/5/2020).

"(Proses) penahanan lanjutannya, satu tahun lima bulan lagi," ucap dia.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini