nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meski Terapkan PSBB, Majalengka Perbolehkan Masyarakat Salat Id di Masjid

Fathnur Rohman, Okezone · Selasa 19 Mei 2020 15:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 19 525 2216544 meski-terapkan-psbb-majalengka-perbolehkan-masyarakat-salat-id-di-masjid-Vl0Bu6V2bb.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka memperbolehkan umat Islam di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat untuk melaksanakan ibadah secara berjamaah di masjid maupun musala. Namun, tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ada.

Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Yayat Hidayat menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah pihaknya menggelar rapat, untuk menindaklanjuti hasil evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) di Kabupaten Majalengka.

Dalam rapat itu, pihaknya merumuskan panduan kaifiyat ibadah pasca penerapan PSBB di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

"Kesimpulannya kami memperbolehkan umat Islam di Majalengka melaksanakan Salat Tarawih, Salat Rawatib, Salat Jumat, Salat Idul Fitri, takbiran di masjid, asalkan mematahui protokol kesehatan secara ketat," kata Yayat dalam keterangan resminya, Selasa (19/5/2020).

Dipaparkan Yayat, selain relaksasi tempat ibadah, alasan untuk memperbolehkan masyarakat melaksanakan salat berjamaah di dalam masjid adalah, karena saat ini Kabupaten Majalengka sudah masuk kategori zona biru (aman dari Covid-19) hasil evaluasi PSBB.

"Kendati ada pelonggaran beribadah, tempat yang akan dilaksanakan harus benar-benar steril dan aman dari bahaya covid-19," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan, Ketua MUI Majalengka Anwar Sulaeman. Ia menyampaikan, karena Kabupaten Majalengka termasuk zona aman, maka pelaksanaan ibadah salat berjamaah di dalam masjid diperpolehkan.

Kendati begitu, Anwar mengingatkan agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan. Seperti membawa sajadah masing-masing, memakai masker, tidak bersalaman, memperpendek bacaan salat dan khutbah. Kemudian, serta menjaga jarak minimal satu meter.

Sementara, sambungnya, bagi kawasan atau daerah yang masih zona merah atau rawan Covid-19, maka masyarakat dianjurkan melaksanakan salat di rumah. Baik secara sendiri maupun berjamaah dengan keluarga.

"Yang boleh hanya takbir di masjid atau mushola dengan jumlah terbatas. Kalau silaturrahmi, ziarah kubur, takbir keliling tidak boleh dilaksanakan," ucap Anwar.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini