nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masih Zona Merah, Karawang Putuskan Perpanjang PSBB

Mulyana, Okezone · Selasa 19 Mei 2020 16:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 19 525 2216595 masih-zona-merah-karawang-putuskan-perpanjang-psbb-xw2xZuyA86.JPG Bupati Karawang, Cellica Nurachadiana (Ist)

KARAWANG - Pemkab Karawang, memutuskan untuk memperpanjang kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pasalnya, hingga saat ini daerah yang terkenal dengan sebutan lumbung padinya ini, statusnya masih zona merah untuk Covid-19.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, mengatakan, kebijakan ini tertuang dalam SK Bupati No:443-Kep.328/Huk, yang keluar pada 18 Mei 2020. Perpanjangan ini, setelah adanya hasil evaluasi PSBB serentak yang dilakukan se Jawa Barat. Karena itu, Karawang tetap memberlakukan pembatasan sosial bagi warganya.

"Suratnya, sudah kami kirimkan ke Gubernur Jabar," ujar Cellica, Selasa (19/5).

Sebelumnya, PSBB serentak di Jabar ini mulai pada 6 Mei lalu. Kemudian, berakhir pada hari ini. Akan tetapi, bagi masyarakat Karawang PSBB-nya di perpanjang selama 10 hari kedepan. Terhitung, Rabu besok sampai 29 Mei mendatang.

Kebijakan ini diambik, sebagai upaya untuk percepatan penanggulangan virus corona. Mengingat, sampai kasus corona di wilayah ini masih cukup tinggi. Sehingga, lanjut Cellica, kebijakan PSBB ini sudah sangat tepat untuk diterapkan.

"Kami, meminta supaya masyarakat turut mendukung kebijakan ini. Sebab, PSBB ini tujuannya untuk kebaikan bersama," jelas bupati yang akrab disapa Teh Celli ini.

Sementara itu, juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, dr Fitra Hergyana, mengatakan, hingga saat ini warga yang terkonfirmasi positif dari uji swab tes sebanyak 20 orang. Dari jumlah itu, telah dinyatakan sembuh 16 orang dan masih dalam perawatan 4 orang.

"Dari hasil reaktif rapid tes berjumlah total 216 orang. Sembuh 145 orang. Sedangkan, masih dalam perawatan 54 orang dan meninggal dunia 17 orang," ujar Fitra.

Adapun, pasien dalam pengawasan berjumlah 331 orang. Selesai pengawasan atau sembuh 269 orang. Serta, masih dalam proses pengawasan 38 orang dan meninggal dunia 24 orang.

Untuk orang tanpa gejala (OTG) berjumlah total 736 orang. Selesai pemantauan 438 orang. Proses pemantauan 298 orang.

Orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 4.605 orang. Selesai pemantauan 3.108 orang. Serta, proses pemantauan 1.494 orang dan meninggal dunia 3 orang.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini