nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terjangan Topan Super Amphan Tewaskan Sedikitnya 82 Orang di India dan Bangladesh

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 22 Mei 2020 14:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 22 18 2218060 terjangan-topan-super-amphan-tewaskan-sedikitnya-82-orang-di-india-dan-bangladesh-ZiLIHvglRi.jpg Seorang pria memotong dahan dari pohon yang roboh karena topan Amphan di Kolkatta, India, 21 Mei 2020. (Foto: Reuters)

KOLKATA - Topan terkuat yang melanda India timur dan Bangladesh dalam lebih dari satu dekade telah menewaskan sedikitnya 82 orang. Terjangan topan juga menyebabkan kerusakan yang menghambat upaya tim penyelamat menjelajahi desa-desa yang hancur.

Pejabat India mengatakan, evakuasi massal yang dilakukan sebelum Topan Amphan mendarat tidak diragukan lagi telah menyelamatkan banyak nyawa, tetapi angka keseluruhan korban dan kerusakan baru dapat diketahui setelah komunikasi dipulihkan.

Di negara bagian Benggala Barat, India, Ketua Menteri Mamata Banerjee mengatakan sedikitnya 72 orang tewas. Kebanyakan korban tewas karena tersengat listrik atau terbunuh oleh pohon-pohon yang tumbang oleh angin yang berhembus hingga 185 km per jam.

Dia mengatakan badai telah menyebabkan kerusakan besar di India dan mengumumkan dana darurat 10 miliar rupee untuk membangun kembali jalan, air dan sistem kesehatan.

"Daerah-daerah ini telah hancur," katanya sebagaimana dilansir Reuters.

Di negara tetangga Bangladesh, angka kematian awal mencapai 10.

“Saya belum pernah melihat badai seperti ini dalam hidup saya. Sepertinya akhir dunia,” kata Azgar Ali, (49), seorang penduduk distrik Satkhira di pantai Bangladesh. "Yang bisa saya lakukan adalah berdoa... Allah SWT menyelamatkan kita."

Ketika topan itu menerobos masuk dari Teluk Benggala pada Rabu (20/5/2020), gelombang badai sekira lima meter menyebabkan banjir di daerah pesisir yang rendah.

Disebut sebagai topan super, Amphan melemah setelah mendarat. Bergerak ke pedalaman melalui Bangladesh, sebelum menurun menjadi badai siklon.

Pihak berwenang di kedua negara berhasil mengevakuasi lebih dari tiga juta orang ke tempat perlindungan sebelum Amphan menyerang. Tetapi upaya itu difokuskan pada komunitas yang berada langsung di jalur topan, meninggalkan desa-desa di sekitarnya yang masih rentan.

Kedua negara sudah berjuang untuk menghentikan penyebaran virus corona, dan beberapa pengungsi awalnya enggan meninggalkan rumah karena takut akan infeksi di tempat penampungan badai yang penuh sesak.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini