nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak-Anak Tak Pulang Jadi Bukti Sayang untuk Ibu saat Lebaran

Taufik Budi, Okezone · Sabtu 23 Mei 2020 05:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 23 512 2218324 anak-anak-tak-pulang-jadi-bukti-sayang-untuk-ibu-saat-lebaran-OF4KZ8eYvl.jpg ilustrasi

BLORA – Naning berkali-kali membuka aplikasi pesan singkat di ponsel pintarnya. Foto-foto dan video di grup percakapan keluarga itu berulang kali dibuka. Tawa-tawa dan tingkah lucu keponakan membuat perempuan berparas ayu itu ikut tergelak. Namun hanya sesaat.

Duduk bersandar di sudut rumah, warga Doplang, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini beberapa kali menghela napas berat. Selepas video tawa lepas keponakan terhenti, pandangannya menerawang kosong.

Tak terasa air matanya meleleh membasahi pipi. Sembari mengusap air mata dengan ujung jilbabnya, ibu dua anak ini merasakan getir yang mendalam. Anaknya di Jakarta yang belum genap setahun menjadi ASN, tak pulang pada Lebaran Idul Fitri tahun ini.

Padahal, perempuan bernama lengkap Siti Sapta Rini Kusumaningsih itu sudah menahan rindu untuk memeluk anak perempuannya. Anak yang dibanggakan, yang memilih menjadi abdi negara meski jauh dari orangtua.

Bukan hanya itu, kakak dan adik-adiknya di Semarang juga tak pulang. Demikian pula adiknya di Kudus dan Bandung tak bisa pulang kampung. Artinya, keponakan-keponakan juga tak akan hadir untuk sungkem Lebaran.

Dia mengingat jelas, tahun-tahun sebelumnya rumah yang dihuni bersama ibunya Siti Sundari selalu penuh menjelang Lebaran. Semua saudaranya datang, setidaknya H-2 Lebaran. Kesibukan di rumah kayu itu pun terjadi.

Mulai menyiapkan tikar dan kasur untuk semua saudara yang datang. Keluarga besar. Naning merupakan anak kelima dari 10 bersaudara. Bila bersama seluruh keponakan dan iparnya berjumlah sekira 35 orang. Dengan jumlah itu, beberapa kamar tak bisa menampung semua.

“Kalau ramai begini, kamar hanya digunakan untuk yang memiliki anak kecil. Untuk ponakan-ponakan yang gede ya tidurnya di depan TV semua. Dijejer kaya pindang. Justru itu malah seru semuanya seneng bisa ketawa bareng,” katanya sembari terkekeh, Jumat (22/5/2020).

Keseruan berikutnya adalah ketika memasak di dapur. Dia bersama saudara-saudara perempuan serta keponakan spontanitas berbagi tugas. Mencuci beras, menggoreng tempe, hingga memotong cabai dilakukan dengan suka cita.

“Tapi kali ini sepi, mau bikin kue lebaran, masak di dapur jadi males. Anak saya yang di rumah juga enggak mau makan. Dia teringat saudara-saudaranya. Biasanya Lebaran gini kan kita kumpul bareng, tapi kali ini entahlah,” lugasnya.

“Padahal sudah kangen banget sama semua. Terlebih ada keponakan saya yang masih bayi, rencana mau gendong-gendong malah enggak jadi,” katanya pelan.

Kesedihan serupa juga dirasakan ibunya. Justru menjadi tugas berat bagi Naning untuk menghibur ibunya agar tak larut bersedih karena anak-anak sera cucu-cucunya tak berkumpul. Beruntung masih ada dia beserta adik bungsu dan dua kakaknya yang kemungkinan bisa pulang.

“Dua kakak saya tinggal di deket sini, beda kecamatan. Semoga bisa pulang. Tapi untuk saudara-saudara yang jauh di luar kota ya mau enggak mau kita harus memahami kondisi sekarang. Meski Lebaran kali ini terasa garing,” terangnya.

“Dulu sempat dilarang oleh pemerintah untuk tak mudik, meski sekarang kebijakan berubah tapi ancaman Covid-19 kan masih ada. Jadi ya kita harus bijak, tak mudik kali ini seklaigus bukti kita sayang sama saudara-saudara di kampung halaman, sayang kepada Bu’e,” tuturnya terisak.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini