PADANG – Arus kendaraan masuk ke Kota Padang menurun drastis bahkan cenderung sepi di hari pertama Idul Fitri 1441 Hijriah, Minggu (24/5/2020). Kondisi ini berbeda dengan lebaran tahun-tahun sebelumnya di mana arus kendaraan keluar-masuk Ibu Kota Sumatera Barat ramai.
Sepinya kendaraan yang masuk Padang pada Idul Fitri kali ini karena adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta larangan mudik akibat pandemi Covid-19.
Sepinya arus kendaraan masuk Padang terpantau di Posko Protek Perbatasan Anak Aie, Jalan By Pass Padang. Posko itu tak sesibuk biasanya melayani seperti mencatat kendaraan dan memeriksa suhu tubuh pengendara.
"Kondisi hari ini relatif sepi dari hari biasa," ujar Vino, petugas pencatat kendaraan di Posko Protek Perbatasan Anak Aie.

Diakui Vino, sejak pukul 07.00 hingga 11.00 WIB, hanya 20 kendaraan yang melewati posko dan diperiksa. "Kalau hari biasanya di jam yang sama, kendaraan yang datang berkisar antara 35-40 unit kendaraan," bebernya.
Vino juga menyebut bahwa dari 20 kendaraan yang masuk, seluruhnya memiliki KTP Padang. "Pada umumnya yang datang adalah warga Padang yang kebetulan sempat keluar Padang," jelasnya.
Tanpa Open House
Sementara Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Wakilnya Nasrul Abit tak menggelar open house pada lebaran kali ini. Salat Idul Fitri juga digelar di rumah.
"Masa pandemi Covid-19 dan tidak boleh ada kerumunan. Kami mohon maaf tidak menggelar open house pada lebaran tahun ini. Insya Allah nilai-nilai silaturrahmi yang merupakan tradisi masyarakat kita secara turun-temurun dapat kita lalukan sesuai dengan kondisinya saat ini, dan dimasa normal nantinya kita dapat beraktifitas seperti waktu-waktu sebelum kondisi pandemi ini,” kata Irwan.