Ini Alasan Anggota DPRD Pangandaran Oman Rohman Bubarkan Pemudik yang Dikarantina

Syamsul Maarif, Okezone · Senin 25 Mei 2020 17:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 25 525 2219373 ini-alasan-anggota-dprd-pangandaran-oman-rohman-bubarkan-pemudik-yang-dikarantina-LUBDGFY9yA.jpg Anggota DPRD Pangandaran Oman Rohman. Foto: Syamsul Maarif

PANGANDARAN - Anggota DPRD Pangandaran Oman Rohman membubarkan pemudik yang dikarantina di ruang isolasi khusus di Desa Kertaharja, Kecamatan Cimerak, karena menilai pihak kebijakan tersebut terkesan tebang pilih.

"Pembubaran isolasi khusus akibat adanya kekecewaan terhadap pihak Desa Kertaharja dalam melaksanakan kebijakan isolasi khusus bagi pemudik," ujar Oman pada Senin (25/5/2020).

Sebagai anggota Komisi I DPRD Pangandaran, Oman mengaku mengetahui tentang kebijakan Bupati Pangandaran dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

"Saya keliling ke beberapa desa memantau pelaksanaan penanganan dan penanggulangan Covid-19," tambahnya.

Menurut Oman, pihak Desa Kertaharja tidak adil dalam menerapkan kebijakan karantina pemudik di ruang isolasi khusus yang disediakan. Aturannya semua pemudik seharusnya didata lalu ditempatkan di ruang isolasi khusus selama 14 hari.

"Namun yang terjadi di Desa Kertaharja, pihak desa tidak menerapkan kebijakan itu kepada semua pemudik," terangnya.

Oman menegaskan, ada beberapa pemudik yang tidak dimasukkan ke ruang lokasi isolasi khusus sehingga ada kekecewaan dari pemudik lain yang sudah isolasi.

Selain itu, kata Oman, pelaksanaan karantina di Desa Kertaharja tidak memperhatikan protokol pencegahan layaknya lokasi isolasi.

Baca Juga: Anggota DPRD Pangandaran Bubarkan Pemudik yang Dikarantina, Bupati Ancam Polisikan Pelaku 

Menurut dia, mereka yang isolasi masih bisa dibesuk dan bertemu keluarganya, bahkan yang di isolasi khusus juga bisa ngopi di depan kantor desa.

"Saya marah karena tidak ada kedisiplinan, makanya lebih baik dibubarkan saja," kata Oman.

Terlebih dari itu, yang membuat dirinya merasa jengkel ketika ada seorang pemudik yang diisolasi mengalami sakit.

"Waktu itu saya ngasih saran agar yang sakit dibawa ke RSUD Pandega, namun pihak desa malah membawa pulang ke rumahnya," papar Oman.

Oman mengaku tindakannya tidak ada unsur politis, tetapi karena kekecewaan terhadap pihak Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 di Desa Kertaharja yang tidak tegas.

(abp)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini