Presiden Suriname Kembali Maju dalam Pemilu Setelah Didakwa Bersalah Atas Pembunuhan

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 26 Mei 2020 16:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 26 18 2219860 presiden-suriname-kembali-maju-dalam-pemilu-setelah-didakwa-bersalah-atas-pembunuhan-HkNvsEcBRn.jpg Presiden Suriname, Desi Bouterse. (Foto: Reuters)

PARAMARIBO - Presiden Suriname Desi Bouterse kembali maju untuk masa jabatan ketiganya sekira enam bulan setelah didakwa bersalah secara in absentia atas pembunuhan oleh pengadilan setempat. Bouterse adalah seorang mantan penguasa militer yang telah mendominasi politik Suriname dalam beberapa dekade terakhir.

Diwartakan Reuters, pada November lalu, pengadilan menjatuhkan hukuman penjara 20 tahun kepada presiden berusia 74 tahun itu karena memerintahkan eksekusi 15 musuh politiknya yang mengecam pengambilan alihan kekuasaan oleh Bouterse dalam kudeta Februari 1980.

Bouterse, yang telah menghindari hukuman penjara karena kekebalan presidensialnya, telah mengajukan banding atas putusan bersalah tersebut, dan pengadilan akan kembali digelar pada bulan depan.

Selain itu, pada 1999, pengadilan Belanda menghukumnya 11 tahun penjara karena penyelundupan narkoba. Bouterse tidak pernah menjalani hukuman tetapi masih bisa ditangkap di negara-negara yang memiliki perjanjian ekstradisi dengan Belanda.

Ekonomi Suriname telah runtuh di bawah Bouterse, dan pemerintahannya menghadapi banyak skandal korupsi. Namun dia berharap mendapat manfaat dari penemuan cadangan minyak baru-baru ini di lepas pantai negara Amerika Selatan dengan populasi 575.000 jiwa itu.

Untuk memenangkan kursi kepresidenan, Partai Demokratik Nasional Bourtese harus memenangkan setidaknya pluralitas dalam majelis beranggotakan 51 orang. Menurut jajak pendapat bulan ini, partainya diperkirakan akan memenangkan 14 hingga 17 kursi, jauh lebih sedikit dari yang diperoleh pada 2015.

Lawan utamanya adalah mantan komisaris polisi Chan Santokhi dari Partai Reformasi Progresif.

Karena penguncian virus corona, sejauh ini tidak ada demonstrasi pemilihan berskala besar, dan partai-partai berusaha menarik para pemilih melalui road show dengan mobil-mobil yang didekorasi dan lagu-lagu politik.

Bouterse memimpin Suriname pada 1980-an sebagai kepala pemerintahan militer, kemudian mengambil alih jabatan lagi pada 2010 dan pada 2015 memastikan pemilihan kembali untuk masa jabatan lima tahun lagi.

(dka)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini