
"Kalau belum aman seharusnya jangan dibuka dan diperpanjang saja sampai sampai betul-betul aman karena berisiko," ucapnya.
Abduhzen menuturkan, meskipun target kurikulum kemungkinan tidak tercapai, masih banyak nilai yang dapat diambil saat belajar dari rumah, seperti halnya nilai-nilai di keluarga.
Meskipun demikian, ia menyebutkan, memang tidak selamanya pemerintah harus menutup sekolah atau menunggu nol kasus Covid-19. Pemerintah perlu mengkaji juga waktu yang tepat ketika kurva penularan dirasa aman.
"Menunggu benar-benar nol itu kan susah harus ada data relatif aman tingkat penyebarannya makin berkurang," kata Abduhzen.