Arief menjelaskan, dalam anggaran tambahan tersebut pihaknya berencana menambahkan anggaran kebutuhan lain seperti alat coblos sekali pakai hingga tinta.
"Anggaran yang akan kita lakukan revisi itu pertama kami belum cantumkan alat coblos sekali pakai, kami ingin menghindari paku dipakai berulang kami berfikir sekali coblos," kata Arief.
Kedua tinta kata Arief, sebab biasanya kita memasukkan satu tinta secara beramai-ramai hal itu berbahaya untuk masyarakat di tengah corona.
"Kemungkinan ada dua pakai tetes oleh petugas, kedua pakai spray tangannya disemprot," tandasnya.
(Fahmi Firdaus )