JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik meminta Dinas Pendidikan (Disdik) mengkaji kembali rencana mengaktifkan kegiatan belajar dan mengajar di sekolah mulai 13 Juli 2020. Pasalnya Ibu Kota masih belum ada tanda-tanda bebas dari pandemi virus corona atau Covid-19.
"Saya kira itu (harus dikaji lagi). Intinya jangan buru-buru. Contohnya, tingkat terpaparnya di lingkungan sekolah seperti apa? Dampak penularan terhada anak-anak seperti apa?" kata Taufik kepada wartawan, Kamis (28/5/2020).
Sebelumnya, Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 467 tentang Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2020/2021 menyebutkan bahwa aktivitas sekolah di Jakarta akan kembali dibuka mulai 13 Juli 2020.
Menurut Taufik, dalam mengatur dan memberi pengertian terhadap anak-anak di bawah umur untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, akan terasa lebih sulit, ketimbang mengimbau orang dewasa.

M Taufik (Okezone.com/Heru)
"Nah, anak kecil itu, agak sulit untuk diatur. Misalnya pakai masker, jaga jarak. Mereka kan memang hobi bermain dengan kawan-kawannya. Saya kira kalau sekolah harus hati-hati, dihitung betul tingkat penyebarannya," ujarnya.
Baca juga: Risiko Sekolah Dibuka saat Pandemi Corona Belum Berakhir
Politkus Partai Gerindra itu menilai bisa saja Disdik DKI mengaktifkan lagi belajar mengajar mulai 13 Juli, tapi dia menyarankan agar sekolah
yang dibuka nanti hanya di daerah yang angka penemuan kasus baru Covid-19 sudah mulai menurun atau menerapkan pembatasan siswa yang masuk setiap harinya.
"Anak kecil itu kalau kena, menurut saya lebih sulit untuk mengobatinya. Dia kan belum bisa merasakan gejala-gejalanya. Jadi, saya kira harus dicermati betul, jangan terburu-buru," kata dia.
(Salman Mardira)