KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat memerintahkan seluruh kepala daerah di provinsi berbasis kepulauan itu untuk membuka kembali portar-portal yang selama ini dipasang sebagai sekat pembatas antardaerah.
Hal tersebut dilakukan lantaran NTT bakal menerapkan new normal di era pandemi virus corona atau Covid-19.
"Saya mau portal-portal yang sekian lama dipakai untuk menutup akses keluar masuk kendaraan di perbatasan agar segera dibuka kembali. Perbatasan Manggarai Barat dan Manggarai, Ende dan Nagekeo. Bahkan kemarin ada bayi yang meninggal di perbatasan Flotim dan Sikka hanya karena masalah masuk keluar di kabupaten. Sekali lagi saya minta agar segera dibuka. Kalau sampai ada daerah yang tidak membuka kembali, maka akan langsung ketahuan bahwa bupatinya takut dengan virus ini," kata Viktor, Kamis (28/5/2020).

Dia juga meminta para bupati untuk segera membuka kembali pasar tradisional untuk memudahkan akses petani mendagangkan hasil pertaniannya di masa pandemi Covid-19 ini.
Diketahui, Nusa Tenggara Timur kata dia akan memulai new normal atau pola hidup baru secara normal di tangah pandemi Covid-19 pada 15 Juni ini.
"Pada tanggal 15 Juni 2020 nanti, kita akan beraktivitas normal kembali. Seluruh pelayanan di perkantoran akan dibuka, transportasi darat, laut dan udara akan kembali berjalan seperti biasa, begitu juga dengan rumah-rumah ibadah akan kembali melaksanakan ibadah," tandasnya.
Sedangkan khusus untuk aktivitas pendidikan baru akan dilakukan pada Juli 2020 mendatang. Hal ini karena bertepatan dengan permulaan tahun ajaran baru. "Untuk anak-anak sekolah baru akan memulai kegiatan pada bulan Juli nanti. Hal ini karena pada bulan Juni ini juga merupakan hari libur untuk memasuki tahun ajaran baru," kata Gubernur.
Selaku pemimpin lanjutnya, harus berani mengambil risiko apapun. Termasuk juga nyawa. Para kepala daerah agar tak perlu takut berlebihan dengan Covid-19.
Baca Juga : Pandemi Corona, Jokowi Ingin Jutaan Petani & Nelayan Dapat Bansos
"Sebagai Gubernur saya tidak mau kasus Covid-19 ini menjadi alasan untuk kita tidak bekerja. Tanamkan semangat untuk berjuang mensejahterakan masyarakat. Memang bukan berarti kita tidak menghiraukan virus ini, tapi kalau kita tetap berada dalam ketakutan, maka masyarakat juga yang akan merasakan dampaknya," kata Victor.
"Saya lebih memilih berhadapan dengan virus ini walaupun nyawa taruhannya, daripada berdiam diri dan bersembunyi dan kemudian masyarakat mati karena kelaparan. NTT ini daerah termiskin, oleh karena itu pola pikir saya selalu berpikir sebagai orang miskin. Dan ciri khas orang miskin itu pasti akan melakukan apa saja untuk bertahan hidup," sambungnya.
(Angkasa Yudhistira)