Sebabkan Kematian George Floyd, Eks Polisi Minneapolis Dituntut dengan Pembunuhan

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 30 Mei 2020 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 30 18 2222047 sebabkan-kematian-george-floyd-eks-polisi-minneapolis-dituntut-dengan-pembunuhan-Lz1MXsna9X.jpg Derek Chauvin. (Foto: AFP)

MINNEAPOLIS – Derek Chauvin mantan polisi yang terlihat menekan leher George Floyd, seorang pria kulit hitam tak bersenjata dalam rekaman video penangkapan, telah ditangkap dan didakwa dengan tuduhan pembunuhan tingkat tiga dan pembunuhan tak disengaja tingkat dua setelah kematian Floyd. Kematian Floyd telah memicu gelombang protes besar di Minneapolis, kota tempat insiden itu terjadi, dan kota-kota lainnya di Amerika Serikat (AS).

Chauvin, dan tiga rekannya yang juga diketahui berada di lokasi saat penangkapan Floyd telah dipecat dari departemen kepolisian sehari setelah insiden yang berujung fatal itu.

Cuplikan video yang diambil dengan ponsel dan beredar luas di internet menunjukkan Floyd berada di tanah dengan lutut Chauvin ditekan ke lehernya. Dengan terengah-engah pria berusia 46 tahun itu berulangkali mengatakan "Tolong, aku tidak bisa bernapas".

Meski kerumunan orang di dekatnya berteriak agar Floyd dilepaskan, Chauvin tetap menekan lututnya di leher Floyd selama sekira 9 menit. Floyd akhirnya tergeletak tak bergerak dan dinyatakan tewas di rumah sakit.

Video itu menyulut kembali amarah yang menurut aktivis hak-hak sipil telah lama membara di Minneapolis dan kota-kota di seluruh negeri karena bias rasial yang terus-menerus dalam sistem peradilan pidana AS.

Dakwaan terhadap Chauvin dijatuhkan oleh Jaksa Kabupaten Hennepin setelah tiga malam kerusuhan, pembakaran, penjarahan dan perusakan di Minneapolis. Pengunjuk rasa membakar kantor polisi, dan Garda Nasional dikerahkan untuk membantu memulihkan ketertiban di kota terbesar di Minnesota itu.

Keluarga itu mengatakan mereka menginginkan dakwaan pembunuhan tingkat pertama yang lebih serius serta penangkapan tiga petugas lainnya yang terlibat.

Jaksa Wilayah Kabupaten Hennepin, Mike Freeman mengatakan dia "mengantisipasi dakwaan" bagi para petugas lain yang terlihat dalam video itu, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Freeman mengatakan kantornya "menuntut kasus itu secepat bukti telah diberikan kepada kami".

"Kami memiliki bukti, kami memiliki video kamera warga, hal mengerikan, menyeramkan, buruk yang telah kita semua lihat berulang kali," kata Freeman sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (30/5/2020).

"Kami memiliki kamera yang dikenakan di tubuh petugas, kami memiliki pernyataan dari beberapa saksi."

Dia mengatakan Chauvin menghadapi hukuman hingga 25 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Sementara itu protes dan kerusuhan yang terjadi di Minneapolis telah meluas ke kota-kota lain di Amerika Serikat termasuk Washington DC, Denver, Atlanta, dan Clevenland. Protes itu terutama didorong oleh kekesalan karena insiden serupa terus menerus terjadi terhadap warga kulit hitam di AS.

"Pembunuhan George adalah yang terakhir," kata Mike Griffin, organisator komunitas di Minneapolis Reuters. Dia menyebut dakwaan terhadap Chauvin sebagai langkah ke arah yang benar, tetapi menambahkan perlu ada perubahan sistemik di negara itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini