New Normal, Mal di Surabaya Terapkan One Way Antisipasi Pengunjung Berpapasan

Hari Tambayong, iNews · Sabtu 30 Mei 2020 11:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 30 519 2221942 new-normal-mal-di-surabaya-terapkan-one-way-antisipasi-pengunjung-berpapasan-BTp4NAuCh8.jpg Mal di Surabaya terapkan sistem one way untuk antisipasi pengunjung berpapasan. (Foto : iNews TV/Hari Tambayong)

SURABAYA – Menyambut penerapan new normal (kenormalan baru), mal di Surabaya, Jawa Timur, menerapkan protokol Covid-19. Mal Tunjungan Plasa menjadi salah pusat perbelanjaan yang menerapkan sistem baru yakni one way. Dengan sistem ini, para pengunjung yang datang ke mal berjalan satu arah sehingga tidak saling berpapasan.

Berdasarkan pantauan iNews, pengelola memberikan petunjuk mengenai penerapan one way system yang ditujukan baik untuk pengunjung maupun pemilik stan.

Selain itu, pengunjung yang akan masuk ke mal dicek suhu tubuhnya melalui alat pengukur otomatis seperti yang ada di bandara. Alat ini otomatis berbunyi jika pengunjung terdeteksi suhu badannya 38 derajat Celsius, yang terpantau di layar LCD dengan kamera terpasang.

Pengunjung dicek suhu tubuhnya saat hendak masuk ke salah satu mal di Surabaya. (iNews TV/Hari Tambayong)

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim sekaligus Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi mengatakan, one way system ini dilakukan untuk menghindari penularan Covid-19 serta jelang penerapan new normal di Kota Surabaya. Selain itu, diharapkan dengan one way system ini, pengunjung juga lebih aman berbelanja tanpa ada kerumunan.

“Hari ini kita uji coba kita terapkan di mal orang jalan one way. Kalau orang pergi ke suatu toko, dia mau balik, dia enggak bisa balik badan langsung ke toko itu. Tapi, (dia-red) harus muter cari u-turn balik lagi, jalan kaki. Tujuannya supaya tidak terjadi papasan,” tutur Sutandi, Jumat (29/5/2020).

Ia menambahkan, pusat perbelanjaan juga menerapkan pembatasan pengunjung masuk di tiap tenan. Dengan contoh tenan seluas 2000 meter, hanya boleh dimasuki maksimal 500 orang sehingga para pengunjung lainya harus mengantre di luar jika ingin masuk.


Baca Juga : Jelang New Normal, Mal di Depok Belum Diizinkan Buka

Dengan adanya sistem dan protokol kesehatan yang ketat seperti ini, diharapkan pengujung bisa berbelanja dengan tenang tanpa ada rasa panik untuk bersentuhan antar pengunjung. Dengan sistem ini, pengelolah mal ingin membuat masyarakat atau pengunjung merasa aman dan nyaman untuk berbelanja dan beraktivitas di dalam mal.

(erh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini