“Hari ini kita uji coba kita terapkan di mal orang jalan one way. Kalau orang pergi ke suatu toko, dia mau balik, dia enggak bisa balik badan langsung ke toko itu. Tapi, (dia-red) harus muter cari u-turn balik lagi, jalan kaki. Tujuannya supaya tidak terjadi papasan,” tutur Sutandi, Jumat (29/5/2020).
Ia menambahkan, pusat perbelanjaan juga menerapkan pembatasan pengunjung masuk di tiap tenan. Dengan contoh tenan seluas 2000 meter, hanya boleh dimasuki maksimal 500 orang sehingga para pengunjung lainya harus mengantre di luar jika ingin masuk.
Baca Juga : Jelang New Normal, Mal di Depok Belum Diizinkan Buka
Dengan adanya sistem dan protokol kesehatan yang ketat seperti ini, diharapkan pengujung bisa berbelanja dengan tenang tanpa ada rasa panik untuk bersentuhan antar pengunjung. Dengan sistem ini, pengelolah mal ingin membuat masyarakat atau pengunjung merasa aman dan nyaman untuk berbelanja dan beraktivitas di dalam mal.
(Erha Aprili Ramadhoni)