SURABAYA - Insiden pemindahan mobil laboratorium atau PCR ke wilayah lain oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, menyulut amarah sang Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Padahal, masyarakat sudah menunggu lama untuk melakukan tes swab.
Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono menanggapan kemarahan Riswa atas insiden tersebut adalah wajar. Dia menilai, tipikal kepemimpinan Risma adalah berkorban untuk masyarakat yang dipimpinnya. Jadi apapun yang bersentuhan dengan rakyat yang dirugikan pasti Risma akan turun langsung.
”Saya kira sikap Bu Risma wajar. Masyarakat sudah tahu rekam jejak Bu Risma dalam membangun Surabaya. Tipikal kepemimpinan Bu Risma adalah berkorban untuk masyarakat. Jadi apakah salah jika Bu Risma membela rakyatnya, yang sudah menunggu tes tapi batal karena mobil dialihkan ke daerah lain?," ucap Deni Wicaksono, Sabtu (30/5/2020).
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur ini menyatakan, kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan menyatu dengan rakyat, kepemimpinan yang merasakan susahnya rakyat. Surabaya semestinya diletakkan dalam aspek prioritas dan strategis oleh Pemprov Jatim.
"Pemimpin di Pemprov Jatim harus singkirkan ego. Ketika rakyat Surabaya disuruh menunggu berjam-jam kemudian tes batal, di saat itulah pemimpin harus tampil melawan ketidakadilan,” papar Deni.