Komplain PPDB Online, Puluhan Warga Serbu Disdik Abaikan Protokol Kesehatan

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 02 Juni 2020 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 02 519 2223278 komplain-ppdb-online-puluhan-warga-serbu-disdik-abaikan-protokol-kesehatan-89guJ905ZP.jpg Para orangtua siswa mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang memprotes masalah PPDB online (Okezone.com/Avirista)

MALANG - Puluhan orangtua dan wali yang akan mendaftarkan anaknya pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (2/6/2020). Mereka berdesakan di kantor tersebut tanpa memperhatikan protokol kesehatan.

Mereka mempertanyakan ke Disdik kenapa PPDB online jalur zonasi yang dibuka mulai hari ini bermasalah. Suasana pun seketika riuh karena Disdik tak bisa menjelaskan masalahnya.

Massa yang umumnya pakai masker berkerumun di depan pagar gerbang Disdik Kota Malang tanpa saling jaga jarak seperti dianjurkan dalam protokol kesehatan Covid-19.

Mereka antre saling berdekatan saat hendak masuk ke Disdik. Massa membawa berkas dokumen seperti kartu keluarga, akta kelahiran, KTP, hingga surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil).

 ilustrasi

Petugas turut mengecek suhu tubuh, menyemprotkan antiseptik ke tangan para orangtua siswa. Setelah lewat pemeriksaan, para orangtua siswa diizinkan masuk. Tapi, petugas dari Disdik yang dibantu polisi tak bisa mencegah massa yang mayoritas ibu-ibu berkerumun, karena kalah jumlah.

Para orangtua siswa mengeluhkan tak bisa mengakses website PSBB dan alamat rumahnya di titik GPS website PPDB ikut bergeser.

"Jadi titik rumah saya di website itu berubah, rumahnya di Dinoyo, tapi titiknya di Buring, otomatis kan tidak bisa mengakses sekolah yang dekat rumah," kata Nur Huda, yang ingin mendaftarkan dua anaknya ke SD dan SMP.

Huda sempat datang ke SDN Dinoyo 2 dan SMPN 13, sekolah yang dia ingin daftarkan anaknya, tapi pihak sekolah menolak.

"Tadi ke sekolah tapi katanya disuruh langsung ke sini (Kantor Disdik), karena berkaitan dengan server yang bermasalah, sekolah tidak mau ikut campur. Tapi sesampainya di sini disuruh menunggu belum ada kejelasan," tuturnya.

 

Pria yang tinggal di Kelurahan Dinoyo ini sempat mencoba mengakses pendaftaran di website PPDB sejak Selasa pagi, namun selalu gagal.

Tapi, sesampai di Disdik, para orangtua siswa malah disuruh balik ke sekolah lagi dengan alasan server PPDB online sudah lancar lagi.

"Bapak ibu silakan langsung ke sekolah yang dituju masing-masing nanti di sana akan dibantu dilayani. Pak wali (kota), kadis, dan saya sudah perintahkan untuk layani," ucap Totok menenangkan masyarakat.

"Sekarang sudah berjalan lancar, menggunakan NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang ada di Dispendukcapil. Sekarang sudah sinkron," ujar Totok.

Wali Kota Malang Sutiaji meminta maaf atas masalah server PPDB online. “Saya mobon maaf diluar kemampuan kita. Kita sudah ujicoba tiga kali, kalau sistem masalah, ini masalah semua."

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini