Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Biaya Token Listrik Bengkak, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Temukan Solusi dari PLN

Agustina Wulandari , Jurnalis-Rabu, 03 Juni 2020 |17:43 WIB
Biaya Token Listrik Bengkak, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Temukan Solusi dari PLN
Foto : Dok. PLN
A
A
A

JAKARTA - Raffi Ahmad dan Nagita Slavina mengeluhkan masalah tingginya biaya pembelian token listrik di rumahnya. Selain itu, listrik yang sering turun juga menjadi masalah di hunian mewahnya, di Kawasan Green Andara Residence, Jakarta Selatan. Namun, pasangan selebriti tersebut kini sudah merasa lega setelah mengetahui penyebab masalahnya tersebut dari penjelasan petugas PLN.

Rabu (20/05), petugas PLN datang dan bertemu langsung dengan Raffi dan Nagita untuk meminta testimoni terkait layanan tambah daya dari 23 kVA (kilo Volt Ampere) ke 33 kVA yang dilakukan pada tanggal 27 April lalu. Petugas pun menerima keluhan dari Nagita Slavina terkait tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk pembelian token, yaitu sebesar Rp 1 juta untuk dua hari atau kurang lebih Rp 17 juta per bulan.

Terkait hal tersebut, Sigit Arimurti, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ciputat menyampaikan bahwa besar biaya konsumsi listrik untuk daya listrik yang dimiliki oleh pelanggan masih berada dalam batas wajar. Apalagi, Nagita juga menyebutkan bahwa ada banyak peralatan elektronik di rumahnya, seperti kulkas yang jumlahnya 10 buah.

“Tingginya biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan atas nama Raffi Ahmad dengan daya listrik 33.000 VA atau 33 kVA dikarenakan beban pemakaian listrik atau konsumsi listrik yang tinggi juga. Bisa jadi dikarenakan banyak peralatan elektronik atau penggunaan beberapa alat elektronik dengan daya yang besar,” jelas Sigit.

Sigit menambahkan untuk mengatasi kendala terkait token listrik yang harus diinput berkali-kali, disarankan pelanggan membeli token listrik sejumlah pemakaian selama sebulan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement