Polisi Australia Penendang Pemuda Aborigin Mengaku Sedang Alami Hari yang Buruk

ABC News, · Rabu 03 Juni 2020 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 03 18 2223809 polisi-australia-penendang-pemuda-aborigin-mengaku-sedang-alami-hari-yang-buruk-P6QJLzYfLL.jpg Polisi penendang pemuda Aborigin. (Foto/Facebook)

SYDNEY - Kepolisian negara bagian New South Wales (NSW), Australia menyatakan aparatnya yang terekam menendang dan menjatuhkan seorang remaja Aborigin, sedang mengalami hari yang buruk saat kejadian di Sydney pekan ini.

Hal itu disampaikan Komisioner Kepolisian NSW Mick Fuller, Rabu (3/06), sekaligus meminta maaf kepada remaja tersebut.

Menurutnya, aparat polisi yang kini sudah dikenai sanksi seharusnya bisa menangani situasi secara lebih baik.

Peristiwa terjadi ketika seorang remaja Aborigin berusia 16 tahun ditendang oleh seorang polisi di bagian kaki sebelum dijatuhkan dan diborgol.

Dalam video yang beredar di jejaring sosial Senin malam (1/06), terlihat ada tiga petugas polisi yang berbicara dengan sekelompok remaja Aborigin di kawasan Surry Hills.

Salah seorang remaja, yang didentitasnya tidak dapat diungkapkan karena dilindungi undang-undang, terdengar berbicara dengan aparat polisi yang kemudian mengatakan "saya akan mematahkan rahangmu".

Tindakan aparat yang identitasnya juga tak disebutkan tersebut kini dalam penyelidikan, apakah berlebihan atau sudah sesuai dengan prosedur.

Video bisa dilihat di sini

Remaja itu sendiri sempat ditangkap dan belakangan dibawa ke RS terdekat untuk mendapatkan perawatan atas beberapa cedera ringan yang dialaminya. Ia kemudian dibebaskan tanpa tuntutan apa-apa.

"Saya tidak akan pernah membenarkan tindakan aparat tersebut," ujar Komisioner Fuller dalam wawancara dengan radio lokal.

"Meskipun aparat ini tak memiliki latar belakang yang bermasalah, dia juga sudah tiga setengah tahun jadi polisi, jika dia harus dikecam, tentunya kita akan bilang dia sedang mengalami hari yang buruk," tambahnya.

Komisioner Fuller menjelaskan, teknik menjatuhkan dengan cara menyasar bagian kaki, terkadang digunakan aparat polisi saat menangkap seseorang.

Dalam video yang beredar, remaja tersebut terdengar melontarkan kalimat, "Saya akan patahkan rahangmu" sebelum aparat polisi itu mendekati dia dan menjatuhkannya.

Foto/Facebook

Akun Facebook Justice for Buddy, Lewis Kelly Jnr yang pertama kali membagikan video, telah menghapus video karena permintaan keluarga pemuda aborigin tersebut.

Menteri Urusan Kepolisian negara bagian NSW David Elliott mengaku "ngeri" dengan kalimat yang dilontarkan remaja itu.

"Saya merasa terganggu dengan ancaman dari seorang remaja untuk menyerang aparat polisi secara fisik, sama terganggunya dengan respon dari aparat tersebut," ujar Menteri Elliott.

Kepala Negara Bagian NSW Premier Gladys Berejiklian saat diminta tanggapan atas kejadian ini menyatakan, "perjalanan kita masih jauh".

"Apa yang terjadi di AS merupakan peringatan yang baik bagi kita. Saya kira kita semua sedih dengan apa yang terjadi di sana," ujarnya.

"Kita harus memastikan bahwa kita bisa melindungi seluruh warga negara kita," tambahnya.

Komandan Kepolisian Metropolitian NSW Mick Willing secara terpisah menyatakan khawatir dengan situasi maraknya aksi-kasi protes menentang polisi di berbagai negara saat ini.

"Apakah saya khawatir dengan rekaman yang saya lihat? Jelas saya khawatir. Tapi saya juga khawatir dengan orang yang mungkin memanfaatkan rekaman ini untuk menyulut sesuatu yang tidak semestinya," katanya.

Anggota parlemen Australia Dave Sharma dari Partai Liberal menyatakan kaget dan muak dengan isi rekaman tersebut.

"Tentu saja saya minta pihak kepolisian menyediliki masalah ini," katanya kepada ABC.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini