Ledakan Bom Bunuh Diri Hantam Masjid dekat Zona Hijau Kabul, Tewaskan Imam

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 03 Juni 2020 16:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 03 18 2224016 ledakan-bom-bunuh-diri-hantam-masjid-dekat-zona-hijau-kabul-tewaskan-imam-huiawSGBaE.jpg Foto: Reuters.

KABUL – Pengebom bunuh diri menyerang sebuah masjid di pintu masuk zona internasional di Ibu Kota Afghanistan, Kabul selama waktu sholat Isya. Serangan itu menewaskan imam masjid dan dan melukai setidaknya tiga lainnya.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Tariq Arian mengonfirmasi bahwa penyerang meledakkan dirinya di dalam kamar mandi di Masjid Wazir Akbar Khan di distrik pusat, pada Selasa (2/6/2020) sekira pukul 19.25 . Lokasi itu berdekatan dengan Zona Hijau, yang merupakan rumah bagi kantor internasional, wartawan dan diplomat.

Imam masjid Mohammad Ayaz Niazi terbunuh dalam ledakan itu, demikian diwartakan RT, Rabu (3/6/2020).

Sampai laporan ini diturunkan belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Kabul telah mencatat lebih dari 30 ledakan selama dua bulan terakhir, menyebabkan beberapa orang tewas dan lebih banyak lagi yang terluka. kepala komisi keamanan internal parlemen Afghanistan pada Selasa mengatakan bahwa ada "kelemahan intelijen" di antara pihak berwenang ketika penyerang menggunakan berbagai teknik.

Pada Sabtu, sebuah minibus yang membawa karyawan saluran TV Kurdi dihantam ledakan bom pinggir jalan di Kabul, menewaskan dua orang dan melukai beberapa orang lainnya. Kelompok Negara Islam (IS) telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

"Pemerintah Afghanistan sedang serius menyelidiki serangan ini," Juru Bicara Pemerintah Feroz Bashari mem-posting di Twitter setelah serangan Sabtu (30/6/2020).

Serangan bom bunuh diri Selasa terjadi hampir seminggu setelah berakhirnya gencatan senjata tiga hari antara Taliban dan pasukan keamanan nasional Afghanistan. Penghentian sementara dari kekerasan diberlakukan untuk menandai hari libur Idul Fitri.

Sedikitnya 17 tersangka telah ditangkap atas tuduhan menanam ranjau di Kabul, menurut Tariq Arian, dan penyelidikan telah diluncurkan untuk mengungkap dan "menghilangkan" jaringan mereka.

(dka)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini