707 Calon Jamaah Haji Asal Sulut Batal Berangkat ke Tanah Suci

Subhan Sabu, Okezone · Rabu 03 Juni 2020 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 03 340 2223699 707-calon-jamaah-haji-asal-sulut-batal-berangkat-ke-tanah-suci-xy7RO3MFqC.jpeg (Foto: Subhan Sabu/Okezone)

MANADO - Sekira 707 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Sulawesi Utara (Sulut) dipastikan tidak bisa menunaikan ibadah haji menyusul adanya pengumuman pembatalan Ibadah Haji 1441 H/2020 oleh Menteri Agama Fachrul Razi yang dituangkan dalam KMA 494 tahun 2020.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulut H. Rikson Hasanati mengatakan keputusan ini tentu sangat berat diterima bagi sebagian jamaah, tetapi yakinlah bahwa ini adalah keputusan terbaik yang diambil oleh pemerintah.

"Karena pertimbangannya semata-mata adalah untuk menjamin kesehatan dan keamanan jamaah," kata Kabid PHU Kanwil Kemenag Sulut, H. Rikson Hasanati kepada Okezone, Selasa (2/6/2020).

Menurut dia, dengan adanya penundaan ini, persiapan akan semakin baik, profesional dan matang. Segala upaya yang dilakukan mulai dari proses pengurusan surat termasuk passport ataupun bimbingan manasik semua tak akan sia-sia.

"Jamaah diminta untuk tetap mempersiapkan segala hal, jaga kesehatan, tawakal dan banyak berdoa agar segala sesuatunya senantiasa dimudahkan dengan izin Allah," kata Rikson.

Untuk masalah Biaya penyelenggaraan ibadah haji (BIPIH), ada dua pilihan yang bisa dilakukan, yaitu biaya pelunasan bisa ditarik lagi oleh jamaah dan yang kedua dibiarkan di dalam rekening dengan asas manfaat yang akan diterima.

"Untuk yang menarik kembali biaya pelunasan, otomatis pada tahun depan akan kembali melaksanakan proses pelunasan seperti sebelumnya dan kalaupun tahun depan ada penambahan biaya jamaah tinggal menambah selisih," jelas mantan Kakankemenag Kabupaten Kepulauan Sangihe itu.

Intinya menurut dia, selaku penanggung jawab teknis bidang PHU setelah berkoordinasi dengan Kakanwil Kemenag Sulut siap menindaklanjuti keputusan tersebut.

Rikson juga mengaku sudah menyampaikan kepada Kepala-kepala Seksi Kementerian Agama yang ada di daerah untuk segera mensosialisasikan pembatalan tersebut kepada jamaah masing-masing dan akan terus melakukan pemantauan di daerah, termasuk sosialisasi langkah-langkah mitigasi sebagaimana yang telah disampaikan Menteri Agama.

"Kami akan terus memantau dan memberikan edukasi terbaik untuk jamaah dengan berkoordinasi dengan Seksi PHU Kemenag Kab/Kota dan berharap pandemi covid-19 ini akan segera berakhir agar proses persiapan Ibadah Haji untuk tahun depan secepatnya dilaksanakan," pungkasnya.

Sesuai dengan data yang ada, CJH asal Sulut berjumlah 707 orang ditambah dengan empat orang Petugas Haji Daerah (PHD), total ada 711 orang.

 

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini