Cerita Pedagang Sayur Berusia 80 Tahun yang Batal Naik Haji

Fathnur Rohman, Okezone · Rabu 03 Juni 2020 17:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 03 525 2224021 cerita-pedagang-sayur-berusia-80-tahun-yang-batal-naik-haji-29rT9r4CGN.jpg Nenek pedagang sayur berusia 80 tahun batal berangkat haji tahun ini (Foto : Okezone.com/Fathnur)

CIREBON - Kementrian Agama (Kemenag) RI resmi mengumumkan penundaan penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan aspek keamanan bagi calon jamaah haji Indonesia di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Menanggapi hal tersebut, Sukena (80) calon jemaah haji asal Kota Cirebon, Jawa Barat mengaku hanya bisa pasrah dan ikhlas ketika pertemakali mendengar informasi itu. Padahal, semua keperluan untuk berangkat haji sudah ia disiapkan. Baik secara administrasi, kesehatan, dan sebagainya.

Rencananya, Sukena akan melaksanakan ibadah haji tahun ini dengan ditemani dua orang anaknya. Yakni Sukiman (50) dan Tarsini (45), serta istri dari Sukiman, Neni Yani (47). Sukena sendiri termasuk salah satu calon jamaah haji tertua di Kota Cirebon.

"Semuanya sudah siap. Tinggal berangkatnya aja. Saya berangkat rencananya sama dua anak saya dan menantu saya. Saya juga baru dengar kabar itu. Jadi mau gimana lagi. Saya menerima dengan ikhlas keputusan itu, " kata Sukena saat berbincang dengan Okezone, Rabu (3/6/2020).

Diceritakan Sukena, dirinya sudah delapan tahun menunggu untuk berangkat haji. Awalnya, Sukena harus menyisihkan sebagian rezekinya dari berjualan sayur di Pasar Harjamukti Kota Cirebon, agar bisa mendaftar haji. Akan tetapi, semenjak insiden yang menyebabkan kakinya patah lima tahun lalu, ia tidak lagi berjualan sayuran. Beruntung bagi Sukena, sebelum insiden tersebut terjadi, ia sudah mendaftar haji.

Pada mulanya, tiga tahun setelah mendaftar haji Sukena akan berangkat bersama suaminya. Namun karena kondisi fisik suaminya yang tidak memungkinkan, akhirnya Sukena menunda keberangkatannya. Tidak lama setelah itu, suami Sukena kemudian meninggal dunia.

Sebelum meninggal, suami Sukena berpesan agar ia berangkat haji bersama dengan anaknya. Setelah itu Sukena pun akhirnya menuruti wasiat dari suaminya.

"Awalnya nabung sendiri buat berangkat. Uang dari berjualan sayur saya sisihkan. Kemudian karena ada kejadian yang menyebabkan kaki saya patah, saya sudah tidak berjualan lagi. Saya sudah mendaftar haji. Semuanya yang urus sekarang anak pertama saya. Wasiat dari suami saya harus berangkat sama anak saya" ujar Sukena.

Baca Juga : PSBB DKI Jakarta Diperpanjang hingga 18 Juni 2020?

Sukena mengaku menerima dengan ikhlas, keputusan Kemenag RI untuk membatalkan pemberangkatan haji tahun ini. Sebab, ia sangat paham saat ini sedang pandemi Covid-19. Selain itu, ia tidak mempermasalahkan dirinya harus berangkat haji tahun depan, yang terpenting ia berharap agar selalu diberi kesehatan, sehingga dapat menunaikan ibadah haji tahun depan.

"Tahun depan juga tidak masalah. Saya siap. Semoga saya selalu sehat dan bisa menunaikan ibadah haji," tuturnya.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini